Pin It

Widgets

Cepat masa berlalu .

Bissmillahirrahmanirrahim

1st story;

WHOAAA!
Dah jejak bulan september dah pun. Cepat sungguh masa berlalu dan berganjak ke hadapan seterusnya kehadapan tanpa menoleh sedikit pun di belakang. Ade ke masa tunggu kita ? Pastinya TIDAK!! Sedangkan masa yang tidak menunggu kita pun, kita gagal nak memanfaatkan masa dengan sebaiknya, inikan pula andainya masa itu menunggu kita.

Inshallah, I will facing third semester for degree phase of Bachelor Fiqh and Fatwa with Honour. May Allah ease me everything. The most important part yang perlu di "wash" kan selalu ialah hati/intention; Ikhlaskan hati keranaNya.

Ya Allah moga aku bisa menjalani kehidupan seorang pelajar dengan baik dan aku bisa menjauhi segala noda noda fitnah seorang wanita.Mohon ilmu yang aku bakal pelajari bukan untuk peperiksaan tapi untuk jiwa ini dan jiwa jiwa orang lain agar mereka juga mengetahui.



Next story;

Seja kebelakangan ini, fikiran kusut fikirkan akan suatu hal. Suatu hal yang mana melibatkan kehidupan selamanya hingga ke akhir hayat. Merasakan diri ini sudah tiba masanya. Tetapi masih teragak, adakah diri ini mampu memikul amanah yang begitu berat ? Inshallah akan ku cuba sedaya yang mungkin. Hati ini sentiasa kuat untuk katakan aku bisa dan mampu menanggung semuanya ini. Entah mana kekuatan ini tiba dalam lubuk jiwa ini.

Persoalan di sini, adakah benar hati ini benar benar untuk berumah tangga? Kenapa tiba tiba? Jawapan ini mungkin sukar untuk di huraikan di sini, biarlah hati dan Dia yang tahu. Moga Allah permudahkan segala urusanku, amin.

“Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا جَاءَكُـمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوْهُ، إِلاَّ تَفْعَلُوْا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي اْلأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيْرٌ.


‘Jika datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan anak wanita kalian), jika tidak maka akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.” [7]


#Ku tak pernah minta yang sempurna tapi aku minta dia melengkapi diri ku untuk menjadi sempurna. Moga Allah redha ^__^

________________________________________________________________________
Dan tidaklah mengapa apabila seorang wali menawarkan puteri atau saudara wanitanya kepada orang-orang yang shalih, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Bahwasanya tatkala Hafshah binti ‘Umar Radhiyallahu anhuma ditinggal mati oleh suaminya yang bernama Khunais bin Hudzafah as-Sahmi, ia adalah salah seorang Sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang meninggal di Madinah. ‘Umar bin al-Khaththab berkata, ‘Aku mendatangi ‘Utsman bin ‘Affan untuk menawarkan Hafshah, maka ia berkata, ‘Akan aku pertimbangkan dahulu.’ Setelah beberapa hari kemudian ‘Utsman mendatangiku dan berkata, ‘Aku telah memutuskan untuk tidak menikah pada saat sekarang.’ ‘Umar berkata, ‘Kemudian aku menemui Abu Bakar ash-Shiddiq dan berkata, ‘Jika engkau mau, aku nikahkan engkau dengan Hafshah binti ‘Umar.’ Akan tetapi Abu Bakar diam dan tidak berkomentar apa pun dan pada saat itu aku merasa lebih kecewa terhadap Abu Bakar daripada kepada ‘Utsman. Beberapa hari berlalu sampai kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam meminangnya, maka aku nikahkan ia dengan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Kemudian Abu Bakar menemuiku dan berkata, ‘Engkau marah kepadaku tatkala engkau menawarkan Hafshah akan tetapi aku tidak berkomentar apa-apa?’ ‘Umar menjawab ‘Ya’ Abu Bakar berkata, ‘Sesungguhnya tidak ada sesuatu yang menghalangiku untuk menerima tawaranmu kecuali karena aku tahu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menyebutnya (Hafshah). Aku tidak ingin menyebarluaskan rahasia Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, jika beliau meninggalkannya, maka niscaya aku akan menerimanya.’”
Shahih: [Shahiih Sunan an-Nasa-i (no. 3047)], Shahiih al-Bukhari (IX/ 175, no. 5122), Sunan an-Nasa-i (VI/77). Lihat kitab Fat-hul Baari (IX/ 83) terbitan Daar ar-Rayyan.

No comments: