Raise from the start till the end .

Bismillahirrahmanirrahim

Many people raise finger when they reach (Ash-hadu an lâ ilâha illâ l-lâhu) while sitting for Tashahud and then put it down with (wa ash-hadu anna Muhammadan cabduhu wa rasûluhu)

There is no proof from any Hadith for this ...


Finger should be raised from the start till the end ....

Based on Hadith of Saheeh Muslim .

Muslim (580) narrated that ‘Abd-Allaah ibn ‘Umar said: Rasoolullah Sallallahu alayhi wa sallam
, he would place his right hand on his right thigh and clench all his fingers, and point with the finger that is next to the thumb


Tuntulah ilmu .

Bissmillahirrahmanirrahim


Menuntut ilmu adalah kewajiban. Ia adalah penyembuh bagi hati yang sedang sakit. Perkara paling penting yang perlu dilakukan seorang hamba adalah mengetahui agamanya. Mengetahui dan mengamalkan agama adalah jalan menuju Syurga, manakala jahil dan mengabaikannya merupakan jalan menuju Neraka.

[Syaikh al-Islam Muhammad B. 'Abdul Wahhab at-Tamimi rahimahullah]

Nice way .

Bissmillahirrahmanirrahim

Kan.
"Dia sendiri yang pergi jumpa parents perempuan tu untuk khabarkan hajatnya"
"Seriously?"
"Yaa, walaupun mereka satu sekolah but they never talked each others and tak pernah couple"
"Masyallah, barakallahufika, very nice way how he approach that girl"


That guy nampak ja pendiam tapi gentlemen. Umur mereka baru 19 tahun, that's guy is adik Cik Hafizah. Alhamdulillah dapat membina sebuah masjid rumah tangga, moga kekal hingga ke akhir hayat. Barakallahulakuma wa jama'a bainakuma fi khair .

#Jodoh ditentukan oleh ALLAH , BUKANNYA taip ON CINTA hantar ke 36888 :)

Mereka .

Bissmillahirrahmanirrahim

Sedih.
Sila khabarkan padanya perkara yang sebenar, moga dia tidak menunggumu kerna kau ada yang lain.





Nafkah .

Bissmillahirrahmanirrahim



Seorang suami yang kedekut serta berat untuk memenuhi nafkah keluarga padahal dia mampu, bererti dia telah bermaksiat kepada Allah swt kerana meninggalkan kewajipan yang Allah bebankan kepadanya !

Sabda Nabi saw "Cukuplah sebagai dosa bagi suami yang mensia-siakan orang yang menjadi tanggungannya" HR Muslim


#copy paste from Fb ;)



Ucapan Selamat di Hari Raya

Bissmillahirrahmanirrahim



Apa hukum mengucapakan selamat idul fitri? Bagaimanakah hukum saling berjabat tangan dan berpelukan setelah shalat ied?
Alhamdulillah, Terdapat riwayat yang datang dari para sahabatradhiyallahu’anhum bahwasanya mereka saling mengucapkan selamat di hari raya dengan ucapan, تقبل الله منا ومنكمTaqabbalallahu minna wa minkum” (Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan darimu sekalian).

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata, “Dahulu para sahabat Nabi shalallahu’alaihi wasallam mengucapkan ‘Taqabbalallahu minna wa minkum’ ketika saling bertemu di hari Idul Fitri.” Al-Hafidz (Ibnu Hajar) berkata tentang riwayat ini, “Sanadnya hasan.”
Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Tidak mengapa hukumnya bila seseorang mengucapkan kepada saudaranya saat Idul Fitri, ‘Taqobbalallahu minna wa minkum’.” Demikian yang dinukil Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah pernah ditanya,
“Apa hukum mengucapkan selamat di hari raya sebagaimana banyak diucapkan oleh orang-orang? Seperti ‘indaka mubarak (semoga engkau memperoleh barakah dihari Idul Fitri) dan ucapan yang senada. Apakah hal ini memiliki dasar hukum syariat ataukah tidak? Jika memiliki dasar hukum syariat bagaimana seharusnya ucapan yang benar?”
Beliau rahimahullah menjawab,
“ Adapun hukum tahniah (ucapan selamat) dihari raya yang diucapkan satu dengan yang lainnya ketika selesai shalat ied seperti
Taqabbalallahu minna waminkum wa ahalahullahu ‘alaik” (Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan darimu sekalian dan semoga Allah menyempurnakannya atasmu), dan yang semisalnya, telah diriwayatkan dari sebagian sahabat bahwasanya mereka melakukannya dan para imam memberi keringanan perbuatan ini seperti Imam Ahmad dan yang lainnya. Akan tetapi Imam Ahmda berkata, “Aku tidak akan memulai mengucapkan selamat kepada siapa pun. Namun jika ada orang yang memberi selamat kepadaku akan kujawab. Karena menjawab tahiyyah (penghormatan) adalah wajib. Adapun memulai mengucapkan selamat kepada oranglain maka bukanlah bagian dari sunnah yang dianjurkan dan bukan pula sesuatu yang dilarang dalam syariat. Barangsiapa yang melakukannya maka ia memiliki qudwah (teladan) dan orang yang meninggalkan pun juga memiliki qudwah (teladan). Wallahu a’lam. (Al-Fatawa Al-Kubra, 2/228)
Syaikh Ibnu Ustaimin ditanya,
“Apa hukum tahniah (ucapan selamat) di hari raya? Apakah ada bentuk ucapan tertentu?”
Beliau rahimahullah menjawab,
“Hukum tahniah (ucapan selamat) di hari raya adalah boleh dan tidak ada bentuk ucapan tertentu yang dikhususkan. Karena (hukum asal-pen) setiap adat kebiasaan yang dilakukan orang itu boleh selama bukan perbuatan dosa.”
Dalam kesempatan lain beliau rahimahullah juga ditanya,
“Apa hukum berjabat tangan, berpelukan dan saling mengucapkan selamat hari raya ketika selesai shalat ied?”
Beliau rahimahullah menjawab,
“Hukum semua perbuatan ini tidaklah mengapa. Karena orang yang melakukanya tidak bermaksud untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Melainkan hanya sekedar melakukan adat dan tradisi, saling memuliakan dan menghormati. Karena selama adat tersebut tidak bertentangan dengan syariat maka hukumnya boleh.” (Majmu’Fatawa Ibni Utsaimin, 16/ 208-210)

7 Keistimewaan Lailatul Qadar

Bissmillahirrahmanirrahim

Setiap muslim pasti menginginkan malam penuh kemuliaan, Lailatul Qadar. Malam ini hanya dijumpai setahun sekali. Orang yang beribadah sepanjang tahun tentu lebih mudah mendapatkan kemuliaan malam tersebut karena ibadahnya rutin dibanding dengan orang yang beribadah jarang-jarang.


Edisi kali ini kita akan melihat keistimewaan Lailatul Qadar yang begitu utama dari malam lainnya.

1. Lailatul Qadar adalah waktu diturunkannya Al Qur’an

Ibnu ‘Abbas dan selainnya mengatakan, “Allah menurunkan Al Qur’an secara utuh sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah yang ada di langit dunia. Kemudian Allah menurunkan Al Qur’an kepada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- tersebut secara terpisah sesuai dengan kejadian-kejadian yang terjadi selama 23 tahun.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 403). Ini sudah menunjukkan keistimewaan Lailatul Qadar.

2. Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan

Allah Ta’ala berfirman,
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadar: 3).
An Nakha’i mengatakan, “Amalan di lailatul qadar lebih baik dari amalan di 1000 bulan.” (Latha-if Al Ma’arif, hal. 341). Mujahid, Qotadah dan ulama lainnya berpendapat bahwa yang dimaksud dengan lebih baik dari seribu bulan adalah shalat dan amalan pada lailatul qadar lebih baik dari shalat dan puasa di 1000 bulan yang tidak terdapat lailatul qadar. (Zaadul Masiir, 9: 191). Ini sungguh keutamaan Lailatul Qadar yang luar biasa.

3. Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan

Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhon: 3).
Malam penuh berkah ini adalah malam ‘lailatul qadar’ dan ini sudah menunjukkan keistimewaan malam tersebut, apalagi dirinci dengan point-point selanjutnya.

4. Malaikat dan juga Ar Ruuh -yaitu malaikat Jibril- turun pada Lailatul Qadar

Keistimewaan Lailatul Qadar ditandai pula dengan turunnya malaikat. Allah Ta’ala berfirman,
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril” (QS. Al Qadar: 4)
Banyak malaikat yang akan turun pada Lailatul Qadar karena banyaknya barokah (berkah) pada malam tersebut. Karena sekali lagi, turunnya malaikat menandakan turunnya berkah dan rahmat. Sebagaimana malaikat turun ketika ada yang membacakan Al Qur’an, mereka akan mengitari orang-orang yang berada dalam majelis dzikir -yaitu majelis ilmu-. Dan malaikat akan meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu karena malaikat sangat mengagungkan mereka. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 407)
Malaikat Jibril disebut “Ar Ruuh” dan dispesialkan dalam ayat karena menunjukkan kemuliaan (keutamaan) malaikat tersebut.

5. Lailatul Qadar disifati dengan ‘salaam’

Yang dimaksud ‘salaam’ dalam ayat,
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْر
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al Qadr: 5)
yaitu malam tersebut penuh keselamatan di mana setan tidak dapat berbuat apa-apa di malam tersebut baik berbuat jelek atau mengganggu yang lain. Demikianlah kata Mujahid (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 407). Juga dapat berarti bahwa malam tersebut, banyak yang selamat dari hukuman dan siksa karena mereka melakukan ketaatan pada Allah (pada malam tersebut). Sungguh hal ini menunjukkan keutamaan luar biasa dari Lailatul Qadar.

6. Lailatul Qadar adalah malam dicatatnya takdir tahunan

Allah Ta’ala berfirman,
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (QS. Ad Dukhan: 4).
Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya (12: 334-335) menerangkan bahwa pada Lailatul Qadar akan dirinci di Lauhul Mahfuzh mengenai penulisan takdir dalam setahun, juga akan dicatat ajal dan rizki. Dan juga akan dicatat segala sesuatu hingga akhir dalam setahun. Demikian diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, Abu Malik, Mujahid, Adh Dhahhak dan ulama salaf lainnya.
Namun perlu dicatat -sebagaimana keterangan dari Imam Nawawi rahimahullah­ dalam Syarh Muslim (8: 57)- bahwa catatan takdir tahunan tersebut tentu saja didahului oleh ilmu dan penulisan Allah. Takdir ini nantinya akan ditampakkan pada malikat dan ia akan mengetahui yang akan terjadi, lalu ia akan melakukan tugas yang diperintahkan untuknya.

7. Dosa setiap orang yang menghidupkan malam ‘Lailatul Qadar’ akan diampuni oleh Allah

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)
Ibnu Hajar Al Asqalani mengatakan bahwa yang dimaksud ‘iimaanan’ (karena iman) adalah membenarkan janji Allah yaitu pahala yang diberikan (bagi orang yang menghidupkan malam tersebut). Sedangkan ‘ihtisaaban’ bermakna mengharap pahala (dari sisi Allah), bukan karena mengharap lainnya yaitu contohnya berbuat riya’. (Fathul Bari, 4: 251)[1]
Ya Allah, mudahkanlah kami meraih keistimewaan Lailatul Qadar dengan bisa mengisi hari-hari terakhir kami di bulan Ramadhan dengan amalan shalih.
Aamin Yaa Mujibas Saa-ilin.
@ Pesantren Darush Sholihin, Panggang-Gunung Kidul, 19 Ramadhan 1433 H
[1] Bahasan ini termotivasi dari tulisan Syaikh Sholih Al Munajjid pada Fatwa Al Islam Sual wa Jawab.
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Muslim.Or.Id


Dalil berhenti makan sebelum kenyang, ade ke ?

Bissmillahirrahmanirahim

Anda tahu tak, sebenarnya tiada dalil yang menetapkan berhenti makan sebelum kenyang. Makanlah selagi mana boleh dan tidak memudaratkan. Diantara ungkapan yang terkenal di masyarakat dan diyakini sebagai hadits atau perkataan nabi adalah ungkapan berikut ini:

نحن قوم لا نأكل حتى نجوع، وإذا أكلنا لا نشبع
“Kami, kaum muslimin, adalah sekelompok orang yang tidak akan makan sampai merasa lapar terlebih dahulu dan jika kami makan, kami tidak sampai kenyang”
قال العلاّمة المحدِّث الألباني في السلسلة الصحيحة ( 7 / 1651 – 1652 ) : لا أصل له 
Hadits di atas dibahas oleh al Albani dalam Silsilah Shahihah juz 7 hal 1651-1652 dengan kesimpulan “tidak memiliki sanad” yang merupakan derajat hadits yang lebih jelek dari pada hadits palsu.
So, hati hati eh, kadang kdang statement tuh hanya buah kata orang tapi lama kelamaan menjadi satu adat kita dan boleh pula sesetangah mengatakan ianya hadis, nauzubillah. Itu dah kira satu tahap mendustakan ke atas nama Nabi saw.
Dari Samurah bin Jundub dan al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyampaikan suatu hadits dariku yang hal itu tampak dusta, maka dia tergolong salah satu di antara dua pendusta.” (HR. Muslim dalam Mukadimah Shahihnya, lihat al-Jam’u Baina ash-Shahihain, hal. 8 )

nikmatnyaaa kucing ni minum susu

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian berdusta atas namaku. Sesungguhnya barangsiapa yang berdusta atas namaku, maka dia akan masuk neraka.” Dalam riwayat Bukhari, “Hendaknya dia masuk ke neraka.” (HR. Bukhari dalam Kitab al-’Ilm, dan Muslim dalam Mukadimah Shahihnya, lihat al-Jam’u Baina ash-Shahihain, hal. 8 )



Take .

Bissmillahirrahmanirrahim

Agak berat. Cuti aku kurang berilmiah. Bukan sebab aku busy urus sana urus sini, ada ja masa tapi aku lebih tumpukan pada family. It takes my time.


But no worries.


Math Modern .

Bissmillahirrahmanirrahim

* bermonolog bersendirian   "Alamak dah pukul 1030, program start pukul 11, haihh tak study apa lagi ni "
Laju je kete meluncur meredah alam. Sesampainya di sekolah terus park tepi bangunan bilik guru.

" Madiey, hampa semua kat na?  Yan dah sampai dah ni."
" Ni kat tingkat dua, datang lah"
Melangkahnya kaki aku ke bilik guru semunya kalut buat ulangkaji masing masing
" Haii yannnnn" terpa Aisyah dan Husna  memeluk aku. Dah lama kot tak jumpa dengan depa
"Ambil soalan tuh dan jawab, cepat" gesa Husna
Aku memerhatikan setiap soalan soalan tu, gurllpppp. Diam seribu bahasa
"Boleh ke aku nak buat ni, haiih nampak senang tapiii ... " mencapai pen dalam beg terus buat jawapan di kertas kosong. Soalan pertama, aku dah hampeh dah.
"Erk Madiey, accene ni ? hehe Aduh lupa laa"
"Macam ni bla bla bla bla "
" Ohh senang , senang senang "



ce try calculate


Kemudian buat soalan seterus dan seterusnya, soalan silmultaneous equation pun boleh lupa nak buat macam mana, hehe. Apelahh aku ni, but then Alhamdulillah ingatan makin ingat dan ingat cuma formula ja dok meraba raba tak ingat.

Program adik adik tuh dah mula awal lagi pukul 8 macam tuh tapi kami punya program pukul 11. Rasanya cikgu lanjutkan kepada pukul 1130 then rehat setengah jam, maka bermulalah program kami. Buat di kelas masing masing. Kami yang fasi ni ada 6 orang setiap orang dapatlah anak buah 8-10 orang macam tuh. Tapi kami bergabung dua dua. Haha supaya nanti ajar adik taklah dok merepek sorang sorang ada juga kawan nak guide.

Bytheway, best, bila belajar  matematik balik. Sebab ia akan asah minda, leraikan permasalahan soalan tersebut. Dulu dulu ingat lagi macam mana cikgu bagi latihan matematik, perghhh banyakk kot. Hari hari buat, sampai naik loya haha then bila dah biasa, nak jawab pun dah jadi senang. Alhamdulillah. Ada usaha adalah hasilnya.

Gambar sampingan

#Jazakallahukhairon kathira atas kerjasama anda semua.
Kredit to them ; Amirul, Azmil, Husna Najwa. Zarifah Madihah dan Aisyah
________________________________________________________________________________
Bila dah lama tak jumpa rasa lain pula bila jumpa. Cara tak banyak berubah. Mohon jadi reunion kita buat pertama kalinya; dah orang Medic Mesir balik, bila lagi nak buat. Inshallah


Qunut Witir Setelah Pertengahan Ramadhan

Bissmillahirrahmanirrahim
Berkenaan dengan anjuran sebagian orang mengenai qunut witir setelah pertengahan Ramadhan, dalam artikel ini kami sengaja menghadirkan pembahasan mengenai kapan waktu membaca qunut witir. Apakah boleh sepanjang tahun? Ataukah khusus hanya setelah pertengahan Ramadhan?

Tentang waktu pelaksanaan qunut witir ada beberapa pendapat di antara para ulama.

Pertama: Hukum qunut witir itu makruh. Inilah pendapat ulama Malikiyah. Alasannya, tidak ada sunnah (tuntunan) dalam hal ini. Yang ada, qunut hanyalah pada shalat Shubuh saat nawazil.

Kedua: Qunut witir disunnahkan ketika separuh akhir dari bulan Ramadhan saja. Inilah pendapat yang masyhur dalam madzhab Syafi’iyah dan ada perkataan dari Imam Ahmad mengenai hal ini. Ketika Abu Daud menanyakan pada Imam Ahmad, “Apakah qunut itu sepanjang?”. “Jika engkau mau”. Abu Daud bertanya lagi, “Apa pendapat yang engkau pilih?” Jawab Imam Ahmad, “Adapun saya tidaklah berqunut kecuali setelah pertengahan  Ramadhan. Namun jika aku bermakmum di belakang imam lain dan ia berqunut, maka aku pun mengikutinya.” (Masail Ahmad li Abi Daud, 66). Mereka pun berdalil tentang riwayat dari Ibnu ‘Umar, diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad shahih (Al Mushannaf, 2: 98)

Ketiga: Disunnahkan pada bulan Ramadhan saja tidak pada bulan lainnya. Inilah pendapat ulama Malikiyah dan Syafi’iyah.

Keempat: Qunut witir disunnahkan dibaca setiap malam sepanjang  tahun. Inilah pendapat Ibnu Mas’ud dan Ibrahim An Nakho’i. Pendapat ini dianut oleh Hanafiyah, salah satu pendapat Syafi’iyah.

Di antara dalilnya:

1. Al Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajariku beberapa kalimat yang saya ucapkan dalam shalat witir, yaitu
اللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Allahummahdiini fiiman hadait, wa’aafini fiiman ‘afait, watawallanii fiiman tawallait, wabaarik lii fiima a’thait, waqinii syarrama qadlait, fainnaka taqdhi walaa yuqdho ‘alaik, wainnahu laa yadzillu man waalait, tabaarakta rabbana wata’aalait. (Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, dan berilah aku keselamatan di antara orang-orang yang telah Engkau beri keselamatan, uruslah diriku di antara orang-orang yang telah Engkau urus, berkahilah untukku apa yang telah Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau tetapkan, sesungguhnya Engkau Yang memutuskan dan tidak diputuskan kepadaku, sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau jaga dan Engkau tolong. Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi)” (HR. Abu Daud no. 1425, An Nasai no. 1745, At Tirmidzi no. 464. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

2. Hadits Ubay bin Ka’ab yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berqunut dalam shalat witir. (HR. Abu Daud no. 1427, shahih menurut Syaikh Al Albani). Hadits ini mutlak tidak khusus pada bulan Ramadhan.

3. Sebagaimana dinukil dari Imam Ahmad pula bahwasanya ‘Umar pun berpendapat seperti ini.
Mufti Saudi Arabia di masa silam, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz ditanya:  Apa hukum membaca do’a qunut setiap malam ketika (shalat sunnah) witir?
Beliau menjawab, tidak masalah mengenai hal ini. Do’a qunut (witir) adalah sesuatu yang disunnahkan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun biasa membaca qunut tersebut. Beliau pun pernah mengajari (cucu beliau) Al Hasan beberapa kalimat qunut untuk shalat witir. Ini termasuk hal yang disunnahkan. Jika engkau merutinkan membacanya setiap malamnya, maka itu tidak mengapa. Begitu pula jika engkau meninggalkannya suatu waktu sehingga orang-orang tidak menyangkanya wajib, maka itu juga tidak mengapa. Jika imam meninggalkan membaca do’a qunut suatu waktu dengan tujuan untuk mengajarkan manusia bahwa hal ini tidak wajib, maka itu juga tidak mengapa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengajarkan do’a qunut pada cucunya Al Hasan, beliau tidak mengatakan padanya: “Bacalah do’a qunut tersebut pada sebagian waktu saja”. Sehingga hal ini menunjukkan bahwa membaca qunut witir terus menerus adalah sesuatu yang dibolehkan. (Fatawa Nur ‘alad Darb, 2/1062)

Kesimpulan pendapat
Ibnu Taimiyah berkata setelah menyebutkan pendapat para ulama tentang qunut witir,
وَحَقِيقَةُ الْأَمْرِ أَنَّ قُنُوتَ الْوِتْرِ مِنْ جِنْسِ الدُّعَاءِ السَّائِغِ فِي الصَّلَاةِ مَنْ شَاءَ فَعَلَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ . كَمَا يُخَيَّرُ الرَّجُلُ أَنْ يُوتِرَ بِثَلَاثِ أَوْ خَمْسٍ أَوْ سَبْعٍ وَكَمَا يُخَيَّرُ إذَا أَوْتَرَ بِثَلَاثِ إنْ شَاءَ فَصَلَ وَإِنْ شَاءَ وَصَلَ . وَكَذَلِكَ يُخَيَّرُ فِي دُعَاءِ الْقُنُوتِ إنْ شَاءَ فَعَلَهُ وَإِنْ شَاءَ تَرَكَهُ وَإِذَا صَلَّى بِهِمْ قِيَامَ رَمَضَانَ فَإِنْ قَنَتَ فِي جَمِيعِ الشَّهْرِ فَقَدْ أَحْسَنَ وَإِنْ قَنَتَ فِي النِّصْفِ الْأَخِيرِ فَقَدْ أَحْسَنَ وَإِنْ لَمْ يَقْنُتْ بِحَالِ فَقَدْ أَحْسَنَ .
“Hakekatnya, qunut witir adalah sejenis do’a yang dibolehkan dalam shalat. Siapa yang mau membacanya, silakan. Dan yang enggan pun dipersilakan. Sebagaimana dalam shalat witir, seseorang boleh memilih tiga, lima, atau tujuh raka’at semau dia. Begitu pula ketika ia melakukan witir tiga raka’at, maka ia boleh melaksanakan 2 raka’at salam lalu 1 raka’at salam, atau ia melakukan tiga raka’at sekaligus. Begitu pula dalam hal qunut witir, ia boleh melakukan atau meninggalkannya sesuka dia. Di bulan Ramadhan, jika ia membaca qunut witir pada keseluruhan bulan Ramadhan, maka itu sangat baik. Jika ia berqunut di separuh akhir bulan Ramadhan, itu pun baik. Jika ia tidak berqunut, juga baik.” (Majmu’ Al Fatawa, 22: 271)
Wallahu waliyyut taufiq.
Sumber rujukan:
  1. Majmu’ Al Fatawa, Ibnu Taimiyah
  2. http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=138231

Rasa nak belajar sekarang,

Bissmillahirrahmanirrahim

See, I got  list of the subjects for the next semester from my friend, Nur Adibah. Most of the subjects are in Arabic. Hoho. I am not really ready yet for learning these subjects, quite tough you know. But just try it. Inshallah.

Senarai Penawaran Kursus untuk Program Fiqh dan Fatwa semester 3. Selamat Belajar Semula.


1) Akidah Islam
2) Pentadbiran Undang-Undang Islam di Malaysia
3) Fiqh al-Muamalat
4) Mabahith al-Hukm
5) Tarikh al-Mazahib Wa al-Fatawa
6) Ulum Al-Quran 
7) Ulum Al-Hadith
8) Sirah Rasullah


*sumber: senarai kursus USIM


*Dialog utagha*
"Pak cek takut lah nak belajaq untuk sem depan"
"Takpa takpa, kalau hang dah taw bahasa arab boleh aihh kalau nak baca buku arab tuh cuma hg kena gigih lah sket na"
" Gigih lagu mana tuh pak?"
"Gigih la menghapai, hang jangan dok hapai yang nak masuk pengeksa ja. Dah bsaq nanti nak jadi oghang yang berkhidmat kepada masyarakat dlm agama perlu lah mantapkan ilmu hg tu. Hang hapai hg amai. Lagi satu hg jgn dok segan nak cakap arab dgn kawan hg. Hg tibai ja cakap lagu mana pun asaikan hg boleh cakap sudah. Ha yang paling penting aku nak hang bagi boleh bab bab tatabahasa arab, apa ntah orang panggil haaa nahu dan sorof. Inshalllah nanti hg boleh punya"
" Baiklah pak, cek usha yang mana patut boleh, yang lain cek berserah kat Allah"
" Haaa lagu tuh la anak pak, toksah nangis la, huduh aku tgk hg nangis. Cekai kan hati hg. Hidup ini susah yang tak menjadi susah bila kita usaha untuk menjadi senang. Cuma kadang kadang tuh usaha kita ada rintangan dan cabaran, hat tu hg kena hadapi lah. Inshallah pak selalu doa kat hg"
"Terima kasih pak"

___________________________________________________________________________
#Risau. Rabbi yassir wala tu'assir

Aku adaMu.

Bissmillahirrahmanirrahmanirrahim

#Maaf post ini hanya semata-mata perasaan dan emosi

Tak perlu nak putuskan silaturrahim kekeluargaan seandainya hanya perkara yang remeh yang membuatkan kau kurang suka. Walaupun keburukan itu hanya apa yang kau nampak dan rasai, tetapi tidak perlulah kau putuskan terus hubunagan persaudaraan itu antara kami dan dia. Kami dan dia ada ikatan yang begitu rapat sangat rapat, semenjak kau hadir dalam keluarga kami, aku nampak keluarga kami banyak berubah.

Berubah itu jika baik, aku sungguh bersyukur tapi ia membuatkan kami makin terasing dalam keluarga sendiri. Apakah kau senantiasa mengomentari setiap tindakan kami dan mengadu kepada dia? Hinggakan dia benci kami? Sehinggakan dia sanggup mengasingkan diri dia dari kami. Makin hari makin kau tarik dia kau tarik sekuat kuat hati kau supaya dengar akan apa yang kau ingin katakan. Apakah?

Sedih. Kami menerima kau sebahagian hati kami setelah kau mengambil dia dari keluarga kami. Malangnya kau tidak pernah bersyukur mempunyai keluarga seperti ini. Kau hakis dan rakus !! Aku benci dengan cara kau! Hidup kami tunggang langgang. Semua tindak tanduk kami semuanya tak kena pada mata dia. Kenapa? Apa lagi yang kau hasut pada dia? Apa lagi?  Sungguh pun aku bisa tengking kau, tapi aku masih tahu maruah aku sebagai seorang Islam dan aku tahu lagi untuk beradab dengan orang yang lebih tua dari aku! Hingga hari ini ia makin mencerca merbakan hidup kami.

Sungguh manis katamu di hadapan kami, malangnya jijiknya kau di belakang kami. Cukuplah dengan tohmahan kau berikan.


#Akibat tidak mempelajari tauhid yang sebenar, kau boleh merasuk sesuka hati. Ya Allah ! Kau buat aku terbantut di tengah jalan, tapi aku masih berdaya menuju perjalanan ini kerana aku ada yang Maha Esa. Kau ada Dia, tapi kau gagal guna dengan sebaiknya. Bertakwalah kamu !

Aku tahu aku tak mampu jika aku seorang tapi aku adaMu yang bisa menguatkan diri ini.

_____________________________________________________________________________
*Sudah bosan, tapi makin runsing*



Perlu percaya .

Bissmillahirrahmanirrahim

Berdasarkan apa yang aku lihat. Berdasarkan pengalaman sendiri. Berdasarkan apa yang di rasai olehnya. Berdasarkan apa-apa yang aku pun merasai. Aku menjadi serba salah untuk menerima kenyataan yang sebenar, walaupun aku tahu kenyataan itu bukannya pada masa sekarang, tapi takut-takut nanti menimpa diri ini jua. Sudah sudah lah dengan kenangan dan pengalaman pahit yang aku rasa, aku tidak mahu lagi merasa pada saat akan datang. 


Perjalanan aku masih jauh. Tidak tahu apa yang akan berlaku pada masa hadapan nanti. Yang pasti kita perlu berdoa kepadaNya, agar kita dapat menjalani kehidupan yang baik-baik. Inshallah
___________________________________________________________________________
#Ya Allah kurniakanlah suami yang soleh buat ku. Amin