Dari celahan batu ..

Bissmillahirrahmanirrahim



Dari Hudzaifah bin al-Yaman sesungguhynya beliau telah mengambil dua batu kemudian menindihkan antara satu sama lain. Lantas berkata kepada para sahabatnya : Adakah kau melihat apa yang di antara dua batu ini dari cahaya ? Mereka berkata : Wahai Aba Abdillah , kami tidak melihat antara celah keduanya kecuali cahaya yang sedikit. Beliau berkata : Demi nyawaku yang di dalam genggamanNya akan bermunculan bidaah sehingga tidak kelihatan kebenaran kecuali sekadar sedikit cahayanya sebagaimana yang kamu lihat antara celah dua batu ini. Demi Allah akan meluas bidaah sehingga apabila di tinggalkan sesuatu dari bidaah tersebut maka mereka akan berkata : Sudah diringgalkan sunnah ! "
( Al-Bida' wan Nahyu Anha)




Link bermanfaat 

ibtisam92
^^



Sedih kan ..

Bissmilahirrahmanirrahim

monolog ;




Kita beria-ria menyampaikan ilmu kepada orang lain , tapi kita sendiri tidak pernah sebarkan ilmu terhadap ahli keluarga kita  ..
Kita sangat bersungguh-sungguh nak perbetulkan akhlak orang lain tapi kita sendiri lupa nasihat terhadap abang , kakak dan adik-adik kita ..
Kita sangat rajin untuk menghadiri mana-mana majlis ilmu bersama sahabat tapi kita tak sedar ahli keluarga kita ada sahaja yang tidak pernah menghadiri majlis ilmu ..
Kita sangat menekankan orang lain terutama sahabat-sahabat kita untuk menperjuangkan agama Islam , tapi sayangnya keluarga kita sendiri pula yang tidak pernah ambil kisah akan hal tersebut ..
Kita selalu pesan kepada orang lain 'ikutilah sunnah' tapi kita sendiri lupa untuk khabarkan pada ahli keluarga kita sendiri ..



Firman Allah Taala :
"Wahai orang-orang yang beriman! peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari neraka, yang bahan-bahan bakarannya, terdiri daripada manusia dan batu (berhala); neraka itu dijaga dan dikawal oleh malaikat-malaikat yang keras dan kasar (layanannya); mereka tidak menderhaka kepada Allah dalam segala yang diperintahkanNya kepada mereka, dan mereka pula tetap melakukan segala yang diperintahkan”. 
(Surah Al-Tahrim : 6)"


Dalam ayat ini firman Allah ditujukan kepada orang-orang yang percaya kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, yaitu memerintahkan supaya mereka, menjaga dirinya dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu, dengan taat dan patuh melaksanakan perintah Allah, dan mengajarkan kepada keluarganya supaya taat dan patuh kepada perintah Allah untuk menyelamatkan mereka dari api neraka. 
Di antara cara menyelamatkan diri dari api neraka itu ialah mendirikan salat dan bersabar, sebagaimana firman Allah SWT. 

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا Artinya: "Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu mengerjakannya" (Taha: 132).dan dijelaskan pula dengan firman-Nya: 
وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَArtinya: "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat". (Asy Syu'ara': 214). 


Diriwayatkan ketika ayat ini diturunkan, Saidina Umar al-Khattab telah bertanya kepada Rasulullah s.a.w.: Kami sudah memelihara diri kami daripada azab neraka, lalu bagaimana pula cara kami memelihara keluarga kami daripadanya. Rasulullah s.a.w bersabda: ”Kamu larangkan mereka daripada melakukan apa yang telah Allah larangkan kepada kamu, dan kamu suruh mereka melakukan apa yang Allah telah suruh kepada kamu, itulah cara menghindar mereka daripada neraka”.

Dalam riwayat yang lain ;
"Daripada Ibn Umar رضى الله عنهما bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: ”Ketahuilah! Kalian semua adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepimpinannya. Seorang pemimpin yang memimpin manusia dia adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepimpinannya. Seorang suami (bapa) adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang kepimpinannya. Seorang isteri (ibu) dia juga pemimpin atas rumah suaminya dan anak-anaknya dan dia akan ditanya tentang kepimpinannya. Seorang budak (hamba) pun menjadi pemimpin atas harta tuannya dan dia juga akan ditanyakan tentang pertanggungjawabannya. Semuanya adalah pemimpin dan semuanya akan diminta bertanggungjawab atas kepimpinannya” 
(Hadith riwayat Imam al-Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ahmad)






ibtisam92
^^

Tugas seorang Mukmin di bulan Ramdhan..

Bissmillahirrahmanirrahim


Oleh
Syaikh Ali bin Hasan bin Abdul Hamid Al-Halaby*)

Pada bulan Ramadhan, seorang Mukmin mempunyai beberapa tugas syar’i. Tugas-tugas ini sudah dijelaskan oleh Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam melalui sunnah qauliyah (perkataan) beliau, juga praktik-praktik beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam. Karena bulan Ramadhan merupakan musim kebaikan. Nikmat-nikmat Allâh Azza wa Jalla yang dianugerahkan kepada para hamba pada bulan ini lebih banyak dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain.[1]

Tugas-tugas ini mencakup banyak persoalan hukum syar’i, yang meliputi seluruh amalan selama satu bulan yang penuh dengan amal kebaikan dan ketaqwaan.

PERTAMA : SHIYAM (PUASA).
Secara umum, shiyâm (puasa) memiliki keutamaan yang besar. Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah.

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ هُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلْفَةُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

"Semua amal perbuatan bani Adam adalah kepunyaan bani Adam sendiri, kecuali puasa. Puasa itu kepunyaanKu, dan Aku yang akan memberikan balasan. Maka, demi Dzat yang nyawa Muhammad ada ditanganNya, sungguh di sisi Allâh, aroma mulut orang yang sedang berpuasa itu lebih harum daripada minyak kasturi".

Imam Mazari rahimahullah dalam kitab al Mu’lim Bifawâ-idi Muslim (2/41), mengatakan, “Dalam hadits qudsi ini, Allâh Azza wa Jalla secara khusus menyebut puasa sebagai “milikKu”, padahal semua perbuatan baik yang dilakukan secara ikhlas juga milikNya; karena dalam puasa tidak mungkin (kecil kemungkinan-red) ada riyâ’, sebagaimana pada perbuatan-perbuatan selainnya. Karena puasa itu perbuatan menahan diri dan menahan lapar, sementara orang yang menahan diri -baik karena sudah kenyang atau pun karena miskin- zhahirnya sama saja dengan orang yang menahan diri dalam rangka beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla. Niat serta motivasi yang tersimpan dalam hatilah yang memiliki peranan penting dalam masalah ini. Sedangkan shalat, haji dan zakat merupakan perbuatan-perbuatan lahiriyah yang berpotensi menimbulkan riya’ [2] dan sum’ah [3]. Oleh karena itu, puasa dikhususkan sebagai milik Allâh sementara yang lainnya tidak."

Disamping keutamaan yang bersifat umum ini ada keutamaan khusus yang melekat dengan bulan Ramadhân, berdasarkan sabda Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa yang puasa Ramadhân karena iman dan karena ingin mendapatkan pahala, maka dia diampuni dosanya yang telah lewat".[4]
Dan sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam.

شَهْرُ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةُ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ

"Satu bulan sabar (berpuasa Ramadhân) ditambah tiga hari puasa pada setiap bulan, sama dengan puasa satu tahun".[5]

Yang dimaksud dengan bulan sabar yaitu bulan Ramadhan [6]. Ibnu Abdil Barr rahimahullah [7] menjelaskan,“Dalam kamus Lisânul Arab, shaum juga bermakna sabar. Allâh Azza wa Jalla berfirman.:
"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas". [az-Zumar/39:10]

Abu Bakar Ibnul Anbari mengatakan,"Shaum (puasa) itu dinamakan sabar, karena puasa adalah menahan diri dari makan, minum, berkumpul suami-istri serta menahan diri dari syahwat."

KEDUA : QIYAMULLAIL (TARAWIH)
Shalat tarawih ini sunnahnya dikerjakan secara berjama’ah selama bulan Ramadhân. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

"Sesungguhnya barangsiapa yang shalat bersama imam sampai imam itu selesai, maka ditetapkan pahala baginya, seperti shalat sepanjang malam".[8]

Dalam menerangkan keutamaan shalat tarawih ini Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa yang shalat tarawih karena iman dan mengharap pahala, maka dia diampuni dosanya yang telah lewat" [9].

Petunjuk terbaik tentang jumlah raka’at shalat malam pada bulan Ramadhân atau bulan lainnya, ialah petunjuk yang shahih dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan dari perbuatan beliau, yaitu shalat 11 raka’at. Karena beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam panutan yang sempurna.

KETIGA : SHADAQAH.

Kedermawanan Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam paling menonjol pada bulan Ramadhân bila dibandingkan dengan kedermawanan beliau Shallallahu 'alaihi wa salalm pada bulan-bulan yang lain [10].

Kedermawanan ini mencakup semua arti shadaqah dan semua jenis perbuatan baik. Karena kedermawanan itu banyak memberi dan sering memberi [11]. Dan ini mencakup berbagai macam amal kebajikan dan perbuatan baik.

KEEMPAT : MEMBERIKAN BUKA PUASA KEPADA ORANG YANG BERPUASA
Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menganjurkan umatnya untuk melakukannya dan memberitahukan pahala yang sangat besar sebagai hasil yang bisa mereka raih. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

"Barangsiapa yang memberikan makanan buka puasa kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala, sebagaimana pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa".[12]

KELIMA : MEMBACA AL-QUR'AN.
Bulan Ramadhan, merupakan bulan al-Qur’an, sebagaimana difirmankan oleh Allâh Azza wa Jalla.

"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhân, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'ân sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)". [al-Baqarah/2:185].

Dalam sunnah ‘amaliyah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, terdapat keterangan tentang praktik nyatanya. Jibril Alaihissallam mengajak Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bertadarus al-Qur’ânpada setiap malam bulan Ramadhân [13].

KEENAM : UMRAH
Imam Bukhâri rahimahullah dan Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan sebuah hadits yang menjelaskan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً مَعِيْ

"Umrah pada bulan Ramadhân sama dengan haji bersamaku".

Perhatikanlah keutamaan ini -semoga Allâh merahmati anda sekalian-. Alangkah besar dan alangkah afdhalnya.

KETUJUH : MENCARI LAILATUL QADAR
Allâh Azza wa Jalla berfirman.

"Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur’ân pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu, apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan". [al-Qadr/97:1-3].

Dalam kitab shahih Bukhâri dan Muslim ada riwayat yang menjelaskan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa shalat pada malam qadar karena iman dan karena ingin mencari pahala, maka dia diampuni dosanya yang telah lewat".
Lailatul qadar itu berada pada malam-malam ganjil sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhân. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi rahimahulllah dan Ibnu Mâjah rahimahullah dengan sanad yang shahih dari Aisyah Radhiyallahu 'anha, beliau Radhiyallahu 'anha bercerita :

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ مَا أَقُوْلُ قَالَ قُولِي اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

"Wahai Rasûlullâh, apakah yang aku katakan, jika aku mendapati lailatul qadar? Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,”Katakanlah :

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

"Ya Allâh, sesungguhnya engkau Maha Pemberi Maaf, maka maafkanlah aku."

Demikianlah ringkasan beberapa tugas pokok yang semestinya dilaksanakan oleh seorang muslim pada bulan yang penuh barakah ini. Adapun tugas selengkapnya yang wajib dijaga oleh seorang muslim pada bulan ini yaitu menahan diri dari segala perbuatan jelek, sabar terhadap penderitaan, menjaga hati dan melaksanakan kewajiban lahir, dengan cara konsisten menjalankan hukum-hukum Islam dan mengikuti sunnah-sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

:)_______
Footnote
[1]. Fathul Bâri 1/31.
[2]. Ingin amalannya dilihat orang
[3]. Ingin amalannya didengar orang
[4]. Muttafaqun alaihi dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu.
[5]. Diriwayatkan Imam Nasâ’i (4/218), Ahmad (2/263 dan 284) dan Thayâlisi (315) dan al Baihaqi dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu dengan sanad shahih.
[6]. At-Tamhîd 19/61
[7]. At-Tamhîd
[8]. Hadits Riwayat Abu Dâwud, Tirmidzi, Nasâ’i, Ibnu Nashr dari Abu Dzar Radhiyallahu 'anhu dengan sanad yang shahih
[9]. Muttafaq ‘alaihi
[10]. Muttafaq ‘alaihi
[11]. Lathâiful Ma’ârif, hlm. 173, karya Ibnu Rajab rahimahullah
[12]. Hadits diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Mâjah, dari Zaid bin Khalid Radhiyallahu 'anhu, dengan sanad yang shahih
[13]. HR Imam Bukhâri



ibtisam92
^^

Kelas 34 : Jamuan

Bissmillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah , akhirnya dapat juga melaksanakan jamuan bersama murid tersayang :) Jamuan yang simple untuk kelas 5 Proaktif sahaja , not all students there. The great party will be held after eid day.As I will complete my task as a replacement teacher on second week of August, they are keen to make a party for me , so I shall to do it.It was happpening party  :)

Venue : Kelas Darjah 5 Proaktif , SMK Permatang Tok Jaya
Date : 28 July 2011
Time : 3.00-4.30 p.m
Menu : 


Bihun Singapore



 kek coklat,  &other snacks :)
dan bakal yang aku rindui gelagat mereka :)


Dari hujung sebelah kiri :
LUTFI ,  AMIR ASMAR , SHAHIR ( ADIK BOB), AZMEER, MUHAIMIN, FAKHRI, NABIL, AIMAN, NUR HAKIM ,ZHARFAN , SHAMSUL

yang tidak dapat hadir :
HARRAZ HAKIMI

Dari hujung sebelah kanan :
AINA, HAFIZAH , NATASYA , AMANI , IZZAH, FATIHA, NURANI, SYALIZA, NABILAH, SYIFA, IZZATI , FATINI

Wajah yang kurang jelas selepas Natasya :
SYAKIRAH


maaf kurang jelas  gambarnya :)

Anyway , itu sahaja kot cerita dari kelas aku.
Pictures tell everything that happened
:|

ibtisam92
^^

Doa sahih untuk berbuka puasa..

Bissmillahirrahmanirrahim



Ada beberapa riwayat yang membicarakan tentang doa ketika berbuka puasa seperti yang kita dengar hari ini. Di antaranya ialah dalam Sunan Abu Daud no.2357 Ibnuss sunni ''Amalul Yaum wa lailah" no 481 dan 482. 
"Namun ada hadis hadis yang membicarakan tentang doa ini adalah hadis yang lemah bahkan ada perawi yang meriwayatkan hadis tersebut yang dinilai lemah dan pendusta "
(Dhaif Sunan Abi Daud no. 2011)

Rasulullah saw bersabda : 
" Sesungguhnya doa orang yang berpuasa itu tidak tertolak ketika dia berbuka ."
( Hadis riwayat Ibnu Majah no 1753 sanadnya sahih, Sunan Ibnu Majah bitahqiq Muhammad Fuad Abdil Baqi , jilid 1 m/s ;557)

Kita di haruskan berdoa apa sahaja kepada Allah azzawajalla, akan tetapi alngkah indahnya doa yang kita amalkan itu adalah doa yang sahih dan di anjurkan oleh  Nabi saw.



Ibnu Umar r. ketika berbuka puasa pernah berdoa dengan doa ini :
"Ya Allah aku memohon kepadaMu dengan  rahmatMu yang luas untuk setiap sesuatu agar Engkau ampunkan dosaku".
(Hadis shahih riwayat al-Hakim 1535 )

Jadi konklusinya kita boleh berdoa dengan apa sahaja doa asalkan tidak bersumber dengan hadis-hadis yang palsu dan  lemah. Semoga Ramdhan kali ini menjadikan kita lebih dekat dengan Allah Ta'ala dan mencintai sunnah Rasulullah saw dengan ibadat-ibadat yang thabit dan lagi shahih seperti yang di tuntut dalam syara' dalam mengapai keredhaanNya.Wallahu'alam :)

ibtisam92
^^

Maksud tersirat buah-buahan..

Bissmillahirrahmanirahim

link ; isuhangat

1. Jadilah buah jagung, jangan jadi buah gajus.
Photobucket 
Photobucket
Jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan buah gajus menunjukkan bijinya yang cuma ada satu.
Maksudnya : Jangan suka menunjuk-nunjuk harta, ilmu dan sebagainya.
2. Jadilah Pokok pisang.
Photobucket
Pokok pisang kalau berbuah hanya sekali, kemudian mati.
Maksudnya : Kesetiaan dalam perkahwinan.
3. Jadilah buah durian , jangan buah kedondong.
Photobucket 
Photobucket
Walaupun di luarnya penuh dengan kulit yang berduri tajam, tetapi dalamnya lembut dan manis. Hmmm, berbeza dengan kedondong, luarnya licin tapi rasanya agak masam dan di dalamnya ada biji yang berduri.
Maksudnya : Don’t Judge a Book by The Cover.. jangan menilai orang dari luarnya saja.
4. Jadilah ubi kayu.
Photobucket
Walaupun hidup dalam tanah, tetapi isinya putih bersih.
Maksudnya : Jagalah hati jangan kau nodai dengan kekotoran.
5. Jadilah setangkai petai, bukan setangkai rambutan.
Photobucket 
Photobucket
Tangkai petai memberi makanan yang sama rata ke biji petainya, semua seimbang, tidak seperti rambutan.. ada yang kecil ada yang besar.
Maksudnya : Selalu bersikap adil.
6. Jadilah cili
Photobucket
Semakin tua semakin pedas.
Maksudnya : Semakin tua semakin bijaksana.

ibtisam92
^^

Siapakah pemerintahan yang bodoh ?

Bissmillahirrahmanirrahim







Oleh: Ustaz Abdul Hakim Amir Abdat

SIAPAKAH PEMERINTAHAN YANG BODOH? 
Dari Jabir bin Abdillah (ia berkata): Sesungguhnya Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bersabda kepada Ka’ab bin ‘Ujrah:
Ya Ka’ab bin ‘Ujrah! Semoga Allah melindungimu dari pemerintahan yang bodoh!”.
Ka’ab bin ‘Ujrah bertanya: “Kenapa demikian ya Rasulullah, dan siapakah pemerintahan yang bodoh itu?”.
Beliau menjawab: Para umarah (penguasa) yang akan datang nanti sesudahku, mereka tidak mengikuti petunjukku dan tidak mengamalkan Sunnahku. Maka barang siapa yang membenarkan kebohongan mereka dan menolong ke zhaliman mereka, maka mereka itu bukan dariku dan aku bukan dari mereka [1], dan mereka tidak akan dibawa ke telagaku (pada hari kiamat). Akan tetapi barang siapa yang tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak menolong ke zhaliman mereka, maka mereka itu dariku dan aku dari mereka [2], dan mereka akan dibawa ke telagaku (pada hari kiamat).
Ya Ka’ab bin ‘Ujrah! Puasa itu sebagai perisai, dan shadaqah itu sebagai penghapus dosa, sedangkan shalat itu sebagai cara untuk mendekatkan diri (kepada Allah) -atau beliau bersabda: Shalat itu sebagai bukti (bahwa dia seorang muslim)-Ya Ka’ab bin ‘Ujrah! Sesungguhnya tidak akan masuk sorga daging yang tumbuh dari hasil yang haram, maka nerakalah yang lebih berhak dengannya (memakannya).Ya Ka’ab bin ‘Ujrah! Manusia (setiap hari) berangkat di waktu pagi terbagi menjadi dua golongan: Yang membeli dirinya, kemudian dia memerdekakannya (dari api neraka). (Dan) Yang menjual dirinya, kemudian dia membinasakannya (memasukkan dirinya ke dalam api neraka)”.

HADITS SHAHIH. Telah dikeluarkan oleh Ahmad (3/321 & 399 dan ini lafazhnya), Daarimiy (2/318 dengan sangat ringkas) dan Ibnu Hibban (no. 1569 –mawaarid-).

Hadits ini shahih atas syarat Muslim sebagaimana telah saya luaskan takhrijnya di Riyaadhul Jannah (no:511). Dan Hadits ini pun telah mempunyai syawaahid (penguat atau pembantunya) dari jama’ah para sahabat dan keluasan takhrijnya ada di Riyaadul Jannah (no:757 s/d 761).

SEBAGIAN DARI FAEDAH HADITS

As sufahaa’ bentuk jama’ dari safiih yang artinya sebagaimana di tafsirkan oleh Al Hafizh Ibnu Katsir:
”Sufahaa’ bentuk jama’ dari safiih, sedangkan safiih artinya: Orang yang jahil (bodoh), yang dha`if (lemah) akalnya, yang sedikit sekali pengetahuannya tentang mana yang maslahat dan mana yang mudharat”. [3]

Hadits yang mulia ini merupakan hadits yang sangat besar dan agung sekali, yang menjadi salah satu tanda dari tanda-tanda kenabian beliau -shalallahu ‘alaihi wa sallam-. Bahwa apa yang beliau -shalallahu ‘alaihi wa sallam- kabarkan akan terjadi, pasti terjadi tidak dapat tidak, karena ini merupakan wahyu dari Rabbul ‘alamin sebagaimana firman-Nya:

Dan dia tidak berbicara dengan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain melainkan wahyu yang di wahyukan (kepadanya)”. (Surat An-Najm:3 dan 4). 
(Allah) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya…”. (Surat Jin:26 & 27)  

Kita saksikan -dengan sangat menyesal dan menyedihkan- sebagian besar negeri-negeri Islam pemerintahannya adalah pemerintahan sufahaa’. Yaitu satu pemerintahan yang di pimpin oleh para penguasa yang tidak mengikuti petunjuk (hidayah) Nabi yang mulia -shalallahu ‘alaihi wa sallam-. Padahal sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk beliau -shalallahu ‘alaihi wa sallam-.

Yaitu pemerintah yang tidak mengamalkan dan berjalan di atas Sunnah beliau -shalallahu ‘alaihi wa sallam-. Padahal tidak akan tersesat selamanya orang yang berpegang dengan Al Kitab dan Sunnah Nabi -shalallahu ‘alaihi wa sallam-.

Oleh karena itu pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang bodoh, miskin, terhina, lebih banyak mudharatnya dari maslahatnya. Bahkan hampir-hampir tidak ada maslahatnya kalau dinisbahkan dengan mudharatnya.

Inilah balasan -dan balasan sesuai dengan jenis amalnya- bagi setiap pemerintahan yang berpaling dari petunjuk dan Sunnah Nabi -shalallahu ‘alaihi wa sallam-.

Sebaliknya,pemerintahan yang mengikuti petunjuk dan Sunnah Nabi yang mulia - shalallahu ‘alaihi wa sallam- adalah sebuah pemerintahan yang berilmu, kaya, kuat, penuh dengan kemaslahatan dan sedikit sekali mudharatnya. Bisa dikatakan hampir-hampir tidak ada mudharatnya kalau dinisbahkan dengan maslahatnya.

Hadits yang mulia ini bagaikan petir yang menyambar kaum Harakah Islamiyyah yang telah menceburkan diri mereka di dalam kubangan pemerintah sufahaa’ yang membuat mereka lebih sufahaa’ dari pemerintahan sufahaa’.

Semoga Allah melindungi kita dari pemerintahan sufahaa’. Allahumma amin!
Foot Note:
[1] Yakni, mereka bukanlah orang-orang yang mengikuti Sunnahku dalam masalah ini.
[2] Yakni, merekalah orang-orang yang mengikuti Sunnahku.
[3] Tafsir Ibnu Katsir di dalam menafsirkan ayat 13 surat al-Baqarah

Sumber: Disalin ulang dari buku Al Masail jilid 4, al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat –hafizhahullah-, Masalah ke 90, Penerbit Darussunnah, Cet.2, Hal.214-218
.


BAGAIMANA CARA MENASEHATI PENGUASA YANG ZHALIM DI DALAM ISLAM

 
Barangsiapa yang ingin menasehati penguasa tentang sesuatu urusan, maka janganlah ia tampakkan nasehatnya itu kepadanya secara terang-terangan (di depan umum). Akan tetapi hendaklah ia memegang tangannya, lalu ia bersembunyi dengannya (yakni nasehati dia secara sembunyi tidak ada yang mengetahuinya kecuali engkau dan dia). Maka kalau dia menerima nasehatnya, maka itulah (yang dikehendaki). Tetapi kalau dia tidak mau menerima nasehatnya, maka sesungguhnya ia telah menunaikan kewajiban menasehatinya.

HADITS SHAHIH. Telah dikeluarkan oleh Ahmad (3/403-404 no.15408 dan ini lafazhnya) dan Ibnu Abi ‘Ashim di kitabnya “As Sunnah” (no.1096, 1098 & 1099) dan lain-lain.

FIKIH HADITS
 
Hadits yang mulia ini mengajarkan kepada kita salah satu adab dan akhlak di dalam Islam yang sangat tinggi dan mulia dalam ber-amar ma’ruf dan nahi mungkar, menasehati dan memperingati penguasa yang zhalim. Nabi yang mulia –shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah mengajarkan kepada kita apabila kita ingin menasehati atau memperingati penguasa yang zhalim, nasehatilah secara tersembunyi. Jangalah menasehati atau memperingatinya secara terang-terangan di depan umum, di mimbar atau di majelis terbuka dengan membuka aibnya. Karena yang demikian akan menafikan maksud dan tujuan dari nasehat atau peringatan itu sendiri kepada penguasa yang zhalim. Bahkan akan menambah kezhaliman dan kemarahannya khususnya kepada orang-orang yang memperingatinya. Sebab maksud dan tujuan menasehati atau memperingati penguasa yang zhalim ialah agar dia sadar akan kezhalimannya kemudian bertaubat dan beramal shalih. Inilah maksud dari perintah Allah Tabaaraka wa Ta’ala kepada Musa dan Harun untuk berda’wah memperingati Fir’aun:
Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” [QS. Thaahaa: 43-44].

Di dalam ayat yang mulia ini terdapat ibrah yang sangat besar dalam berda’wah kepada penguasa yang zhalim. Fir’aun ketika itu adalah seorang yang sangat melampaui batas, sombong bahkan mengaku dirinya sebagai tuhan. Sedangkan Musa adalah seorang Nabi yang besar dan mulia di sisi Allah bersama saudaranya Harun. Meskipun demikian Allah tetap memerintahkan kepada Musa dan Harun untuk berbicara kepada Fir’aun dengan kata-kata yang lemah lembut agar mengena dan masuk ke dalam hati Fir’aun. Yang tujuannya agar supaya Fir’aun sadar, ingat akan kezhalimannya, kemudian tunduk dan takut kepada Allah. Kalau terhadap Fir’aun, Allah telah memerintahkan kepada Musa dan Harun untuk berbicara dengan kata-kata yang lemah lembut, maka tentunya penguasa muslim yang zhalim lebih berhak mendengar kata-kata yang lemah lembut dari seorang alim yang akan menasehati dan memperingatinya.

Sekali lagi, hadits yang mulia ini bagaikan petir yang menyambar kaum harakah islamiyyah yang telah menghalalkan dan menyukai bahkan hampir-hampir mereka mewajibkan berdemontrasi, berorasi dan unjuk rasa kepada penguasa. Walaupun mereka menamakannya demontrasi tertib dan islamiy!!!
Sampai disitulah ilmu mereka!”. [QS.an-Najm:30]
Sumber: Disalin ulang dari buku Al Masail jilid 4, al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat –hafizhahullah-, Masalah ke 91, Penerbit Darussunnah, Cet.2, Hal.220-222.

ibtisam92
^^

Orang tua seperti anak muda ..

Bissmillahirrahmanirrahim

Aku sedih melihat gelagat mereka. Umur sudah pun lanjut. Tapi gaya hidup mereka persis seperti orang muda. Semuanya ada angan-angan. Entah bila angan-angan itu akan berakhir. Angan-angannya semua untuk dunia. Kenapa mereka masih berpemikiran seperti begitu. Walhal , rumah kata pergi , kubur kata mari. Aku tak kata kematian itu hanya menjelma di saat tua. Kerana mati itu tidak pernah mengenal usia. Tapi yang aku rasa pelik dan hairan , sepatutnya orang-orang yang sudah berusia perlu ada satu kesedaran untuk berubah. Bukannya satu berpijak pada sikap yang berfoya-foya, lalai dengan dunia yang penuh tipu daya. Moga kita semua nanti tak tergolong seperti itu.

Terbaca satu hadis yang di riwayatkan dari Ibnu Abbas r.a dia berkata , Rasulullah saw bersabda ;
"Akan ada di akhir zaman satu kaum yang menwarna rambut mereka dengan warna hitam bagaikan burung merpati , mereka tidak akan pernah mencium syurga". (Musnad Imam Ahmad)

Sudah terang lagi bersuluh , hal seperti yang di nyatakan dalam hadis itu sudah pun ada di zaman sekarang. Di mana kalangan lelaki mereka menyemir/menwarna janggot juga rambut mereka dengan warna hitam. Yang nampak disini wallahua'lam sesungguhnya sabda Rasulullah saw ( seperti dada burung merpati) adalah serupa dengan keadaan sebahagian kaum muslimin pada zaman sekarang ini.Kita bisa mendapati mereka , memperlakukan janggot mereka seperti keadaan dada burung merpati. Mereka mencukur sisinya dan membiarkan yang ada di bawah dagunya kemudian menyemir/menwarna dengan warna hitam sehingga jadilah ia seperti dada-dada burung dara.

Nabi saw telah melarang menyemir rambut dan janggot dengan warna hitam. Dijelaskan dalam ash-shahih dari Jabir bin Abdillah r.a dia berkata ;
"Abu Quhafah di datangkan pada hari penaklkan Makkah dengan rambut dan janggor yang berwarna putih seperti pohon ast-tsaghamah (1) , lalu Rasulullah saw bersabda ,'Ubahlah 9uban) ini dengan sesuatu dan jauhilah dengan warna hitam". (H/R MUSLIM)

(1)Ast-tsaghamah : pohon yang sangat putih bunga dan buahnya dan ada juga mengatakan pohon yang sangat putih bagaikan salji .

: di petik dari kitab Kiamat sudah dekat , karya Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil 


ibtisam92
^^

Yahudi ketawakan orang Islam ..

Bissmillahirrahmanirrahim



Jika kamu mengikutnya

Cuba kita renungkan kebenaran artikel ini sebagai rujukkan kita bersama dan sebagai ingatan kepada kita.

Di ingatkan semula agar kita tidak lupa dan lalai terhadap apa yang dunia hidangkan kepada kita.

Protokol Yahudi

Di bawah adalah Protokol ke 10 Yahudi (jumlah protokol 24 kesemuanya) mengandungi 8 perkara untuk melalaikan manusia. Sekaligus memudahkan mereka menguasai dunia seperti yang terjadi sekarang ini.

Dakwah melalui lagu? Setakat ini saya tak dapat lihat kesannya

Song

Lagu-lagu amat menghiburkan dan melalaikan. Ada anak-anak yang tidak tahu mengucap tetapi boleh menghafal lagu Hindustan yang panjang berjela. Tidak menghafal ayat-ayat al-Quran meskipun sependek al-Fatihah tetapi boleh menghafal lagu dalam bahasa yang tidak difahaminya. Berjayakah Yahudi? Sememangnya mereka berjaya sehinggakan kita terfikir, bagaimana jadinya radio kalau tanpa lagu? Boleh ke hidup tanpa lagu? Tanya diri anda sendiri. Al-Quran atau Protokol Yahudi yang anda ikut?

Sex

Sex sudah menjadi kegilaan remaja dan orang tua sekalipun. Sex senang didapati di mana-mana. Di kaca tv, di dalam filem, dalam iklan, babak sex amat lumrah. Filem 18SX amat laris di pasaran. VCD lucah amat mudah didapati dan harganya amat murah. Kini kita seakan-akan tidak kisah dengan filem yang mempunyai unsur sex. Lagi sekali Yahudi berjaya.

Smoke

Rokok adalah hasil ciptaan Yahudi. Tetapi mereka tidak merokok. Rokok telah menjadi kegilaan para remaja sehingga dikatakan tidak lelaki jika tidak merokok. Malah sekarang merokok menjadi budaya bagi perempuan yang kononnya mahu di gelar 'up to date'. Kita seakan-akan mendokong penuh dalam merialisasikan matlamat yahudi.

Sport

Pelbagai jenis sukan telah dipopularkan. Lelaki dengan perempuan sama-sama berlumba untuk mencapai target dan kemenanganBila bersukan, jarang yang menutup aurat, sembahyang dan puasa juga boleh di tangguhkan dan dibaikan. Yang menonton pun leka dan lupa menunaikan solat. Ramai yang fanatik dengan pasukan sukan masing-masing. Sampaikan ada yang bergaduh. Menangis kerana menang atau kalah. Pernah kita menangis kerana Allah? Atau menagis kerana permainan Yahudi?


Fun

Kita seolah-olah tidak dapat lari dari hiburan. Hiburan ada disekeliling kita. Betul ke kita tak dapat lari dari ini semua? Adakah pancaindera yang dianugerahkan kepada kita hanya untuk berhibur? Semua lapisan peringkat umur meminati hiburan. Akademi Fantasia contohnya memberikan kesan yang buruk kepada masyarakat. penonton melekat di depan tv berjam-jam lamanya. Seolah-olah itulah dunia mereka. Mereka gelak dan menangis bersama. Yang pasti yahudi gelakkan kita.
Apakah masa hadapan kanak-kanak nanti?

Female

Perempuan, tawaran Yahudi ini amat mengasyikkan. Perempuan dijadikan sebagai 'pelacur' untuk melariskan produk-produk syarikat dan memeriahkan event seperti lumba kereta dan sebagainya. Apa relevannya meletakkan perempuan separuh bogel di dalam iklan bateri kereta? Ini adalah untuk merendahkan martabat dan maruah perempuan. Hak-hak perempuan? Apa itu? Dari Quran atau pemikiran Yahudi?

Adakah Nabi Muhammad s.a.w ingin hadir ke festival fesyen islam ini?

Fashion

Fesyen terutama perempuan ada bermacam-macam. Sehinggakan kalau pakai tudung pun mereka sudah tidak menutup aurat. Macam mana hendak dikatakan menutup aurat jika bertudung tetapi berbaju dan berseluar ketat? Yahudi lebih mengetahui nafsu syawat lelaki berbanding wanita. Faham apa yang saya sampaikan? Fesyen lelaki juga semakin pelik. Gambar lucah terpampang di dada-dada mereka. Gah berjalan seolah-olah bangga dengan fesyen mereka tampilkan. Yahudi ketawakan kita lagi.

Food

Lagi satu kegilaan Umat Islam ialah obses terhadap makanan dari Barat seperti MC D, Kentucky , Pizza hut dan seribu satu macam lagi. Buah kurma yang menjadi makanan Rasulullah di pandang hina. Hanya dibeli setahun sekali apabila bulan Ramadan tiba. Tetapi makanan Barat menjadi kebanggaan walaupun memudaratkan kesihatan. Makanan-makanan ini memang dicipta supaya Umat Islam lemah berfikir dan akan menjadi 'pak turut' kepada Yahudi.


Itu semua adalah hasil dari kejayaan protokol yang ke 10. Yang lain-lain akan dirumuskan di dadalam artikel yang akan datang.

Jika berlaku pertembungan antara kepentingan manusia dengan kepentingan Allah, pilihlah Allah.

sama sama kita fikir-fikirkan dan renung-renungkan

ibtisam92
^^