suatu hari nanti :)

Bissmillahirrahmanirrahim

I wish one day I can reform it :)
I love my friends very much but I don't know how to approach them . Maybe I'm not good enough for them I means that " qudwah hasanah" in myself doesn't exist yet :( I shall be a strong power women to puzzle out all the problem I faced. The simplest things should be aside don't think too much as it's not have a well impact for me. Ya Rabb, let them know what I have known about addin. >.<
the vital thing : Ya Muqalibal qulub thabit qulubi 'ala dinik, amin :))



ibtisam92
^^


Positive thinking

Bissmillahirrahmanirrahim







Going beyond positive thinking needs strong emotional wisdom. Each time God test us, the greater the test, the greater we need to trust Him, the greater we need to seek His forgiveness, love, mercy and pleasure, so that we will move on the journey of life in maturity, serenity, prosperity  and humanity.
Our strength is limited but God has unlimited Mercy, Love, Power,…. so have faith and move on, don’t lose hope as it will drain all our positive energy…put our great trust in God with ardent effort as we move on & try to develop positive self talk each day to gain self esteem, and stay close to those who are positive minded as we will be energized by their positive aura, and all our pressure will turn to pleasure.
So, no matter what happens, we must move on, open our hearts, minds and souls, fill our life with love and light, strive beyond positive thinking as it can spark light and stimulate our emotions to act, think and feel with wisdom by God’s will.
ibtisam92
^^

Memilih teman dalam menuntut ilmu

Bissmillahirrahmanirrahim




Sepantasnya bagi seorang penuntut ilmu untuk tidak bergaul kecuali dengan orang yang bisa memberinya faedah (lmu) atau dia (teman tersebut) bisa mengambil faedah (ilmu) darinya. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam :
Hendaknya engkau menjadi seorang alim atau orang yang belajar. Jangan menjadi jenis yang ketiga, maka engkau akan binasa.” (HR. Ibnu Abdilbar dalam Kitabul ‘Ilmi)

Bila dia hendak ikut dalam pertemanan atau diajak berteman dengan seseorang yang menyia-nyiakan umurnya, tidak bisa memberinya faedah (ilmu), tidak pula bisa mengambil ilmu darinya, tidak bisa menolongnya untuk urusan yang sedang ditempuhnya (yakni ilmu), maka hendaknya dia dengan lemah lembut memutus jalan pertemanan tersebut dari awal, sebelum hubungan itu menjadi erat. Karena bila sesuatu telah kokoh, akan sulit menghilangkannya. Dan di antara ucapan yang beredar di kalangan fuqaha: “Mencegah lebih mudah daripada menghilangkan.”
Bila dia membutuhkan teman, hendaknya dia memilih orang yang shalih, beragama, bertakwa, wara’, cerdas, banyak kebaikannya lagi sedikit keburukannya, baik dalam bergaul, dan tidak banyak berdebat. Bila dia lupa, teman tersebut bisa mengingatkannya. Bila dia mencoba mengingat, teman ini bisa menolongnya. Bila dia sedang membutuhkan, temannya ini bisa membantu. Bila dia sedang bosan, teman ini bisa menyabarkan dirinya.
(Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim fi Adabil ‘Alim wal Muta’allim, karya Ibnu Jamaah Al-Kinani Rahimahullah, cet. Darul Kutub Al-Ilmiyyah, hal. 83-84)
ibtisam92
^^

Apabila selesai bertasyahud akhir ..

Bissmillahirrahmanirrrahim




Bila seseorang selesai membaca tashahhud (akhir), hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah empat perkara, iaitu: ' Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati, dan dari fitnah dajjal'. [Selanjutnya, hendaklah ia berdoa memohon kebaikan utk dirinya sesuai kepentingannya]". (Hadith riwayat Muslim, Abu 'Awanah, Nasa'i dan Ibnu jarud dalam al-muntaqa [27])


ibtisam92
^^

doamu tak kunjung terkabul?mengapa ya?

Bissmillahirrahmanirrahim



Saudariku, semoga Allah menyayangi diriku dan juga dirimu…. Melakukan kesalahan dalam berdoa bisa menjadi salah satu penyebab sehingga doa tak kunjung terkabul. Mengenali berbagai kesalahan dalam berdoa merupakan salah satu bentuk ikhtiar agar Allah berkenan mengabulkan doa kita.
Saudariku, semoga Allah memberi ilmu yang bermanfaat kepada diriku dan juga dirimu…. Tahukah engkau apa saja kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam berdoa?
1. Menyepelekan kekhusyukan dan perendahan diri di hadapan Allah ketika berdoa.
Allah ta’ala berfirman,
ادْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعاً وَخُفْيَةً إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
Berdoalah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (Q.S. Al-A’raf:55)
Allah ta’ala juga berfirman,
إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباً وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ
“Sesungguhnya, mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) segala kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (Q.S. Al-Anbiya’:90)
Seseorang yang berdoa seharusnya bersikap khusyuk, merendahkan diri di hadapan Allah, tawadhu’, dan menghadirkan hatinya. Kesemua ini merupakan adab-adab dalam berdoa. Seseorang yang berdoa juga selayaknya memendam keinginan mendalam agar permohonannya dikabulkan, dan dia hendaknya tak henti-henti meminta kepada Allah. Seyogianya, dia selalu ingin menyempurnakan doanya dan memperbagus kalimat doanya, agar doa tersebut terangkat menuju Al-Bari (Dzat yang Maha Mengadakan segala sesuatu), dan itu dilakukannya hingga Allah mengabulkan doa itu.
Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits, yang sanadnya dinilai hasan oleh Al-Mundziri, dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian berdoa kepada Allah maka berdoalah kepada-Nya dengan penuh keyakinan bahwa doa tersebut akan dikabulkan. Sesungguhnya, Allah tidaklah mengabulkan doa seorang hamba, yang dipanjatkan dari hati yang lalai.”
2. Putus asa, merasa doanya tidak akan terkabul, serta tergesa-gesa ingin doanya segera terwujud.
Sikap-sikap semacam ini merupakan penghalang terkabulnya doa. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,
يستجاب لأحدكم ما لم يعجل يقول دعوت فلم يستجب لي
Doa yang dipanjatkan seseorang di antara kalian akan dikabulkan selama dia tidak tergesa-gesa. Dirinya berkata, ‘Aku telah berdoa namun tidak juga terkabul.’
Telah diketengahkan, bahwa seseorang yang berdoa sepatutnya yakin bahwa doanya akan dikabulkan, karena dia telah memohon kepada Dzat yang Paling Dermawan dan Paling Mudah Memberi.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Dan Rabbmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
(Q.S. Al-Mu’min:60)
Barang siapa yang belum dikabulkan doanya, jangan sampai lalai dari dua hal:
  • Mungkin ada penghalang yang menghambat terkabulnya doa tersebut, seperti: memutus hubungan kekerabatan, bersikap lalim dalam berdoa, atau mengonsumsi makanan yang haram. Secara umum, seluruh perkara ini menjadi penghalang terkabulnya doa.
  • Boleh jadi, pengabulan doanya ditangguhkan, atau dia dipalingkan dari keburukan yang semisal dengan isi doanya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu,
أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ” ما من مسلم يدعو بدعوة ليس فيها إثم ولا قطيعة رحم إلا أعطاه الله بها إحدى ثلاث : إما أن يعجل له دعوته وإما أن يدخرها له في الآخرة وإما أن يصرف عنه من السوء مثلها ” قالوا : إذن نكثر قال : ” الله أكثر “
Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa yang tidak mengandung dosa dan tidak pula pemutusan hubungan kekerabatan, melainkan Allah akan memberinya salah satu di antara tiga hal: doanya segera dikabulkan, akan disimpan baginya di akhirat, atau dirinya akan dijauhkan dari keburukan yang senilai dengan permohonan yang dipintanya.” Para shahabat berkata, “Kalau begitu, kami akan banyak berdoa.” Rasulullah menanggapi, “Allah lebih banyak (untuk mengabulkan doa kalian).” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Ya’la dengan sanadjayyid; hadits ini berderajat sahih dengan adanya beberapa hadits penguat dari jalur ‘Ubadah bin Shamit yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Al-Hakim, serta dari jalur Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Ahmad dan selainnya.)
3. Berdoa dengan kedudukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta bertawasul dengannya.
Tindakan ini merupakan salah satu bentuk bid’ah dan bentuk kelaliman dalam berdoa. Dasarnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengajarkan cara berdoa semacam itu kepada seorang shahabat pun. Ini membuktikan bahwa berdoa dengan menggunakan kedudukan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertawasul dengan para pemilik kedudukan adalah amalan bid’ah, serta merupakan sebuah cara ibadah baru yang dikarang-karang tanpa dalil. Demikian juga dengan segala bentuk sarana yang berlebih-lebihan (ghuluw) yang menyebabkan doa terhalang untuk terkabul.
Adapun riwayat,
اسألوا بجاهي فإن جاهي عند الله عظيم
Bertawasullah dengan kedudukanku! Sesungguhnya, kedudukan sangat mulia di sisi Allah,
maka riwayat ini merupakan sebuah kedustaan besar atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamtidak sahih disandarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
4. Bersikap lalim dalam berdoa, misalnya: doa yang isinya perbuatan dosa atau pemutusan hubungan kekerabatan.
Sebagaimana tiga perkara yang disebutkan, perkara keempat ini juga menjadi salah satu penghalang terkabulnya doa seorang hamba. Sungguh, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamtelah bersabda,
سيكون قوم يعتدون في الدعاء
Akan muncul sekelompok orang yang lalim dalam berdoa.” (H.R. Ahmad, Abu Daud, dan yang lainnya; hadits hasan sahih)
Allah ta’ala berfirman,
ادْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعاً وَخُفْيَةً إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
Berdoalah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (Q.S. Al-A’raf:55)
Contoh sikap lalim: berdoa agar bisa melakukan dosa, agar bencana ditimpakan, atau supaya hubungan kekerabatan terputus. Sebagaimana hadits riwayat At-Tirmidzi dan selainnya dari Ubadah bin Shamit, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ما على الارض مسلم يدعو الله بدعوة إلا آتاه الله إياها ، أو صرف عنه من السوء مثلها ، ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم
Di muka bumi ini, tidak ada seorang muslim pun yang memanjatkan doa kepada Allah melainkan Allah pasti akan memberi hal yang dipintanya atau Allah akan memalingkannya dari keburukan yang senilai dengan isi doanya, sepanjang dia tidak memohon doa yang mengandung dosa atau pemutusan hubungan kekerabatan.” (H.r. Turmudzi dan Ahmad; dinilai sebagai hadits hasan-shahih oleh Al-Albani)
Saudariku, bersabarlah dalam menanti terkabulnya doa, perbanyak amalan saleh yang bisa menjadi sebab terwujudnya doa, dan jauhi segala kesalahan yang bisa menyebabkan doa tidak kunjung terkabul. Semoga Allah merahmati kita ….
Kita pungkasi tulisan ini dengan memohon kepada Allah, agar Dia tidak menolak doa kita.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah puas, juga dari doa yang tidak terkabul.”
(H.R. Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasa’i; hadits sahih)
***
muslimah.or.id
Penulis: Ummu Asiyah Athirah
Muraja’ah: Ustadz Ammi Nur Baits
Maraji’ (referensi):
  • Al-Minzhar fi Bayani Katsirin min Al-Akhtha’ Asy-Syai’ah, karya Syekh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syekh, terbitan Jami’ah Al-Imam Muhammad bin Su’ud Al-Islamiyyah, tahun 1413 H.
  • Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, karya Syekh Al-Albani, Maktabah Asy-Syamilah.

ibtisam92
^^

biarkan

Bissmillahirrahmanirrahim







.





ibtisam92
^^

asifah .

Bissmillahirrahmanirrahim

sorry .




I do not desired  to make sth that you are unpleasent with me. Sorry dear if I makes you hurting with me what I have done to you .I know how's your feeling that fulfill annoyance on me, if I am never wonder and care on you . Sorry  agains and agains . I thought it was just the simplest things I done, but hmmmm i can see your face that you're not pleasant with .



friends forever yeah :)
uhibukki fillah
>.<
p/s : may I write again on it?? HA-HA
*AHZAM*


ibtisam92
^^

nara ma qola laisa man qola .


Bissmillahirrahmanirrahim

Para imam pembawa petunjuk berkata:
"jangan amalkan perkataan kami tanpa nash yang sah."
Padanya ada dalil wajibnya mengambil hadith,
baik dahulu mahupun sekarang,
Imam Abu Hanifah berkata:" Tidak patut bagi orang Islam mengambil perdapatku sebelum menghadapkannya dengan Al-kitab dan hadith yang terpilih"
Malik, Imam darul Hijrah, berkata 
sambil berisyarat kepda (kubur nabi)
" Setiap perkataan ada yang diterima
dan ada yang ditolak,kecuali Rasul."
Asy-Syafi'i berkata:" Jika engkau meilhat 
perkataanku menyelisihi hadith yang kalian riwayatkan maka buanglah perkataanku
yang menyelisihi khabar (hadith) itu ke tembok."
dan Ahmad berkata kepada mereka: "Jangan kamu tulis perkataanku,tetapi carilah sumber perkataanku itu."
maka dengarkanlah perkataan empat imam pembawa petunjuk
Amalkanlah kerana di dalamnya terdapat manfaat
Perkataan itu sebgai pengekang setiap orang yang fanatik.
sedang orang adil merasa cukup dengan nabi.
(Irsyaadul Bariyyah)


ibtisam92
^^

niqab

Bissmillahirrahmanirrahim





Mungkin final year nanti baru aku pakai . takpun nak kahwin nanti . Kena pujuk parents dulu . Before this I asked my mum about my passion to wear a niqab . Dia tak izinkan lagi . bersabar lah ye wahai diri:)





ibtisam92
^^



tersentap seketika

Bissmillahirrahmanirrahim

Seorang kanak-kanak menunjukkan kepada ku sebuah buku dengan berkulit muka depannya agak menakutkan, jika tidak silap bertitle "roh" ye la kott :)

Aku : ehhh takutnya tengokk !!
Adik : ehh kak buat apa nak takut, kita kena takut pada Allah kak .

Aku terdiam, sengaja aku menyeramkan dia, masyAllah dia selamber sahaja menjawab sebegitu. Dan aku menjadi terkesima kerana tak ramai kanak-kanak sepertinya yang akan berkata " kita kena takut pada Allah". Kanak-kanak zaman sekarang banyak yang sudah terpengaruh dengan media atau kartun-kartun yang berunsurkan hantu, so no wonderlah if mereka takut dengan benda-benda ghaib di sebabkan tersebar luasnya filem atau cerita yang sebegitu. Jadi peranan ibu bapa lah sangat penting dalam membentuk anak-anak mereka dengan nilai-nilai yang baik serta mampu mengajar mereka mentauhidkan Allah . >,<



ibtisam92
^^ 

Excited

Bissmillahirrahmanirrahim

Tomorrow I will gather with them :) insyAllah .



SEMINAR GERAKAN TERORISMA, TAKFIR DAN JIHAD DALAM ISLAM

Tarikh: 27/11/2011 bersamaan 1 Muharam 1433 Hijriah (Ahad)
Masa: 8:00AM - 5:00PM
Lokasi: Memorial Tun Hussein Onn, Kuala Lumpur
Map: 
http://goo.gl/R2bDz

Tarikh Tutup Pendaftaran: 24/11/2011 (Khamis)
bayar semasa pndftrn
Pelajar: RM5
Bukan Pelajar: RM15
*terhad 200 org peserta sahaja


Tentatif program:

8.00AM - Pendaftaran
9.00AM - Pembentangan 1
(Terrorisme dan akibatnya oleh Dr Azwira Abdul Aziz)

10.30AMi - Pembentangan 2
(Takfir: Hukum-hakam dan syaratnya oleh Ust Idris bin Sulaiman)

12.00PM - Pembentangan 3
(9/11: Operasi menakluk dunia oleh Dr.Sulaiman Nordin)

1.00 Petang - Rehat

2.00-3.30PM - Pembentangan 4
(Jihad menurut syarak oleh Dr.Fadhlan bin Mohd Othman)

3.30-5.00PM - Pembentangan 5
(Kumpulan-kumpulan Khawarij Kontemporari oleh Ust Fathul Bari bin Mat Jahya)

5.00PM - Majlis bersurai
 
hopefully I get beneficial input from them, insyAllah .
 
ibtisam92
^^

bersabarlah

Bissmillahirrahmanirrahim

Bersabarlah izyan nazihah binti abdullah :)


sesungguhnya jarak masa kehidupan sekarang ini (berada di atas bumi) dengan berada di bawahnya (memasuki kubur) tersangat dekat, tetapi kebanyakan orang tidak mempedulikannya, mereka dibuai kelekaan untuk memperbanyak habuan dunia seperti harta benda, pangkat dan kuasa. Dalam mengejar impian ini, mereka tidak peduli sama ada perlu memijak kawan dan juga lawan malah sehingga sanggup menikam kawan dari belakang termasuklah melakukan fitnah. Hal inilah yang berleluasa sekarang ini >.<
ibtisam92
^^

First Time ..

Bissmillahirrahmanirrahim



Pertama kalinya aku bersyukur ke hadrat ilahi , dengan limpah kurnianya aku di beri peluang untuk hidup di muka bumi Allah ini. Tiada kata yang bisa ku sebut untukNya hanyalah ucapan Alhamdulillah. Di beri kesegaran dan kekuatan keimanan untuk terus beribadah dan terus berubah untuk perkara yang lebih baik yang lebih Dia cintai dan suka.

Kesibukkan itu kadangkala membuatkan hati aku kosong, tiada langsung pengisian , hanyalah semata-mata menyiapkan segala tugasan dan bertanggungjawab ke atas segala urusan sebagai seorang pelajar Universiti.Semalam , pertama kali kalinya aku tak tidur kerana menyiapkan tugasan bagi madah Hubungan Etnik. Bukannya buat kerja di akhir-akhir saat , tetapi masa sebelum itu sudah penuh dengan segala tugasan yang perlu di selesaikan. But never mind, it makes me to be a good person to manage my time very well in daily life. Try to make something different for each a day that I faced everyday.

 credit to : Farah-Munirah-Ahda-Raihan-Kak Ijan-Fairus-Hamizah ::))

ibtisam92
^^

wordless

Bissmillahirrahamanirrahim

Baru aku tahu ,
rupa-rupanya ada prosedur bagi cara mereka-mereka yang nak memurtadkan diri mereka dari Islam
dunia dah nak kiamat ..

**********

Jgn biarkan hari berlalu tanpa ILMU...
Abdullah bin al-Mu’taz rahimahullah berkata, “Ilmu seorang munafik itu terletak pada ucapannya, sedangkan ilmunya seorang mukmin terletak pada amalnya.” Sufyan rahimahullah pernah ditanya, “Menuntut ilmu yang lebih kau sukai ataukah beramal?”. Maka beliau menjawab, “Sesungguhnya ilmu itu dimaksudkan untuk beramal, maka jangan kau tinggalkan menuntut ilmu dengan alasan beramal, dan jangan kau tinggalkan amal dengan alasan menuntut ilmu.” (lihat Tsamrat al-’Ilmi al-’Amal, hal. 44-45)

ibtisam92
^^

berserah

Bissmillahirrahmanirrahim

doa ;


Ya Allah, seandainya aku ini bisa menjdi insan yang bermanfaat, panjangkanlah umur aku
Aku ingin menjadi insan yang bermanfaat kepada orang lain terutama kepada ummi dan abah ku
amin ya Rabb >.<



ibtisam92
^^


Ketupat dan Eiduladha :)

Bissmillahirrahmanirrahim

Petang kelmarin ,

Balut ketupat bersama warga tua ,

Lawak sangaaaattt :) ,

Dapat laa satu ilmu cara balut ketupat dengan betul ,

Selalu umi dan tok dan saudara-saudara sahaja yang balut

Kelmarin aku sendiri yang balut ,

Tanpa putus asa ,


ini ketupat jantan 
*yang selalu kita makan, macam inilah rupanya*

 okay senang cerita macam ini lah , cara balutan ketupat jantan dan betina agak berlainan. Dan aku sendiri pun tak sure mengenai sejarah ketupat jantan dan betina. Orang tua-tua cakap , mula-mula belajar nak balut ketupat mesti akan terbalut dengan cara balutan ketupat betina. Dan aku sendiri pun sudah terbalut dengan cara balutan ketupat betina, banyak kali juga aku buka dan balut semula , sehinggalah jadi balutan jantan . Payah kott . Tapi orang tua-tua tak prefer dengan balutan ketupat betina. Ade setengah mereka katakan, nanti payah nak buka untuk di santap berbanding dengan ketupat jantan. Family aku sendiri pun prefer balut ketupat jantan, bak kata umi 'balutan jantan nampak lebih kemas , nak makan pun rasa bersemangat " (geli hati aku mendengar, haha)

Okay if anda ingin tahu lebih sila klik disini (ada video cara balutan ketupat jantan, bestt balut ketupat tambah-tambah kalau balut ketupat bersama-sama orang tua-tua, lawakkk !! )


*pengalaman kelmarin mengajar erti aku hidup bertradisi*

yang teramat

Bissmillahirrahmanirrahim


Aku memanjat kesyukuran buatNya, kerana Dia aku masih lagi hidup dalam keadaan Iman dan Islam. Terima kasih ya Allah, selama hampir sebulan  lebih aku terasa diri ini kesunyian yang teramat. Merasa dunia ini sempit bagi ku,menanti insan atau sahabat yang selalu mentarbiyahkan aku yang selalu mengingatkan aku akan sesuatu perkara. Sedih ya Rabb ! Merintih aku di malam hari aku mengadu kepadaNya agar aku masih kuat dan terus kuat tanpa ada lafaz PUTUS ASA, aku tahu Dia pasti memakbulkan doa buat ku. Ya, penantian aku sudah terjawab.Alhamdulillah ya Rabb .


Luahan perasaan tadi hanyalah emosi semata-mata, sayangnya aku terhadapnya kerana dia memahami manhaj salaf tapi kenapa semakin hari semakin kau renggangkan ianya dari bisa melunakkan hati mu. Aku rindu saat kita berkongsi ilmu, aku sangat rindu saat itu . Tapi ianya sudahpun aku mengerti, kau mencari , aku jua mencari harapnya sama-sama kita berganding dan menguatkan iman yang sudah pun lemah longlai ini dengan bisa kekuatan yang di kurniakan olehNya. Ya Allah ya Rahman aku sangat rindu tarbiyah Mu ya Rabb .




Maaf atas kekesaran yang aku luahkan, mungkin ianya bercampur aduk dengan masalah lain dan lepaskan pada kau, maafkan aku sahabat. Aku tidak pandai menasihatimu dengan baik , aku tahu  cara mau'izatul hasanah itu ,aku baca kitab-kitab mengenai  cara menasihati tetapi atas dasar kelancangan mulutku di tambah pula hawa nafsu 'amarah aku meninggi ini membuatkan hati-hati yang lembut itu bisa tidak percaya akan diri ku. Itu sebab kadangkala aku benci diri sendiri , yang tidak pernah untuk aku berusaha mengubahnya dengan baik. Nafsu diri menguasai fikiran dan akal, musnahlah tembok keimanan yang bersusah payah aku membinanya dahulu.Ya Allah aku rindu akan tarbiyahMu.

p/s : sekali aku marah menyesal selama-lamanya :( kerna aku bukan insan yang suka memberang .ceria-ceria sudaa

ibtisam92
^^

Fikir-fikirkanlah :)

Bissmillahirrahmanirrahim




Seorang ayah pergi merantau ke luar negara untuk mencari rezeki meninggalkan seorang isteri dan tiga orang anak. Dia seorang yang penyayang dan sangat dikasihi dan dihormati pula oleh ahli keluarganya.

Setelah keadaannya di rantau orang agak stabil, dia menghantar surat pertama kepada keluarganya. Mereka sangat gembira menerima surat yang sungguh bermakna dari seorang ayah yang sangat dikasihi dan disayangi. Sampul surat itu ditenung berulang kali. Masing-masing memeluk dan mengucup surat tersebut bagai tidak mahu dilepaskan. Kemudian surat yang berharga itu disimpan di dalam pembalut sutera yang indah. Sekali sekala surat itu dikeluarkan dari pembalutnya untuk dibersihkan daripada debu dan habuk. Kemudian meletakkan kembali di dalam pembalutnya.

Kemudian tiba pula surat kedua, ketiga dan seterusnya. Semuanya disimpan dan dijaga rapi seperti surat pertama.

Beberapa tahun berlalu…

Tibalah masa untuk si ayah pulang menemui keluarga tercinta. Alangkah terkejutnya dia apabila mendapati tiada seorangpun yang tinggal kecuali anak bongsunya. Dengan cemas dia bertanya:

- Mana ibumu?

- Ibu ditimpa sakit yang amat teruk. Kami tidak ada wang untuk membiayai rawatannya sehingga akhirnya dia meninggal dunia.
- Kenapa begitu? Apakah kamu tidak membuka suratku yang pertama? Di dalamnya terkandung sejumlah wang yang banyak untuk perbelanjaan kamu?

- Tidak!

- Di mana pula abangmu?

- Dia telah terpengaruh dengan kawan-kawan sebaya yang jahat. Selepas kematian ibu, tidak ada siapa yang mampu menasihatinya. Sekarang dia sudah jadi sebahagian daripada mereka.

- (Ayah semakin hairan) Kenapa begitu? Aku telah tulis dengan panjang lebar menasihati kamu agar berhati-hati memilih kawan. Jangan berkawan dengan orang jahat kerana lama kelamaan kita juga akan jadi jahat! Aku juga meminta agar abangmu itu mengikut aku di rantau orang. Apakah kamu tidak membaca suratku?

- Tidak!

- لا حول ولا قوة إلا بالله

- Kakakmu di mana?

- Dia pernah tulis surat kepada ayah meminta nasihat tentang seorang pemuda yang melamarnya. Sekarang dia telah berkawin dengan pemuda itu. Tapi malangnya dia tidak bahagia. Hidupnya menderita didera sepanjang masa lahir dan batin.

- Bukankah aku telah jawab surat itu menasihatinya agar jangan terima lamaran pemuda itu? Aku telah ingatkan, jangan pillih pasangan berdasarkan harta dan kedudukan. Tapi pilihlah berdasarkan agama, akhlak dan keturunan! Kamu tidak baca semua surat-suratku?

- Tidak! Kami simpan surat-surat ayah di dalam pembalut sutera yang cantik, kami usap dan cium surat itu sebagai tanda sayang dan rindu kami kepada ayah! Tetapi kami tidak membacanya…

Tidak ada siapa yang percaya akan kebenaran cerita ini. Mungkin ada yang akan berkata ia tidak masuk akal sama sekali!

Namun sedarkah kita bahawa inilah kisah benar. Kisah yang tak masuk akal inilah yang berlaku dalam kehidupan umat Islam hari ini?

Kita menerima SURAT dari Yang Maha Mengetahui, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Memerhati lagi Maha Bijaksana. SURAT yang mengandungi panduan, ajaran serta petunjuk dalam segenap bidang kehidupan. Tetapi sejauh mana kita membaca, memahami dan mengikuti panduan yang diberi?

Maka jadilah apa yang terjadi! Umat Islam mati dibunuh saban hari, di sana sini. Jenayah meningkat, keruntuhan akhlak mencemaskan di semua peringkat, wanita-wanita didera dan diperkosa tanpa mengira tua atau muda, bayi-bayi yang tidak berdosa dibuang merata-rata, dan bermacam-macam kejahatan, maksiat dan kemungkaran yang menjijikkan.

Semuanya berpunca daripada tidak membaca dan mengambil pengajaran daripada SURAT yang dikirim oleh Pencipta Yang Maha Esa Yang Amat Sayang kepada makhluk-Nya!
(FB)



ibtisam92
^^

Bulan DzulHijjah


Bissmillahirrahmanirrahim
Asal Penamaan
Secara bahasa, Dzulhijjah [arab: ذو الحجة ] terdiri dari dua kata: Dzul [arab: ذو ], yang artinya pemilik dan Al Hijjah [arab: الحجة ], yang artinya haji. Dinamakan bulan Dzulhijjah, karena orang arab, sejak zaman jahiliyah, melakukan ibadah haji di bulan ini. Orang arab melakukan ibadah haji sebagai bentuk pelestarian terhadap ajaran Nabi Ibrahim shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Tahdzibul Asma’, 4/156)
Ada beberapa hari khusus di bulan Dzulhijjah. Hari-hari khsusus ini memiliki nama khusus, diantaranya adalah:
  1. Hari tarwiyah [arab: التروية ] : tanggal 8 Dzulhijjah. Disebut hari tarwiyah, dari katairtawa – yartawi [arab: ارتوى - يرتوي ], yang artinya banyak minum. Karena pada hari ini, masyarakat banyak minum dan membawa air untuk perbekalan hari setelahnya. Ada juga yang mengatakan, tarwiyah dari kata ar-rawiyah [arab: الرَّوِيَّةُ ], yang artinya berfikir atau merenung. Disebut tarwiyah, karena pada tanggal 8 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim ‘alaihis salam berfikir dan merenungkan isi mimpinya. (Al Qamus Al Muhit, kata:ra-wi-ya)
  2. Hari arafah [arab: عرفة ] : tanggal 9 Dzulhijjah. Disebut hari ‘arafah, karena pada tanggal ini, jamaah haji melakukan wukuf di ‘arafah. (Al Mu’jam Al Wasith, kata: ‘arafah). Dengan demikian, hadis yang menyebutkan anjuran berpuasa ‘arafah adalah puasa di tanggal 9 Dzulhijjah.
  3. Hari An Nahr [arab: النحر :menyembelih) : tanggal 10 Dzulhijjah. Kata An Nahr secara bahasa artinya menyembelih binatang di bagian pangkal lehernya (tempat kalung). Ini merupakan cara yang digunakan dalam menyembelih onta. Karena onta terlalu sulit untuk disembelih di bagian ujung leher. Disebut hari Nahr, karena pada hari ini banyak orang yang menyembelih onta qurban. (Al-Qamus Al Muhit, kata: An Nahr)
Hadis Shahih Seputar Dzulhijjah
  1. Dari Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
  2. الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
    “Sesungguhnya zaman berputar sebagai mana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari & Muslim)
  3. Dari Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
  4. شَهْرَانِ لاَ يَنْقُصَانِ شَهْرَا عِيدٍ رَمَضَانُ وَذُو الْحَجَّةِ
    “Ada dua bulan yang pahala amalnya tidak pernah berkurang, kedua bulan itu adalah bulan id: bulan Ramadhan dan bulan Dzulhijjah.” (HR. Al Bukhari & Muslim)
  5. Dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
  6. مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ
    “Tidak ada hari dimana suatu amal shaleh lebih dicintai Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan di sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah, pen.).” Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad), dan tidak ada satupun yang kembali (mati dan hartanya diambil musuh, pen).” (HR. Al Bukhari, Ahmad, Abu Daud, dan At Turmudzi)
  7. Dari Abu Qatadah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
  8. صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَه
    “…puasa hari ‘arafah, saya berharap kepada Allah agar menjadikan puasa ini sebagai kaffarah satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya..” (HR. Ahmad & Muslim)
  9. Dari Uqbah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
  10. يوم عرفة ، ويوم النحر ، وأيام التشريق ، عيدنا أهل الإسلام وهي أيام أكل وشرب
    “Hari Arafah, hari berqurban, dan hari tasyriq adalah hari raya kita, wahai kaum muslimin. Itu adalah hari makan dan minum.” (HR. Ahmad, Muslim, Abu Daud, & Turmudzi)
  11. Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
  12. مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ
    “Tidak satu hari dimana Allah paling banyak membebaskan seseorang dari neraka melebihi hari arafah. Sesungguhnya Dia mendekat, kemudian Dia membangga-banggakan mereka (manusia) di hadapan malaikat. Dia berfirman: Apa yang mereka inginkan?” (HR. Muslim, An Nasa’i, dan Al Hakim)
Hadis Dhaif Seputar Dzulhijjah
  1. Hadis: Siapa yang berpuasa hari terakhir bulan Dzulhijjah dan hari pertama bulan Muharram, berarti dia telah mengakhiri penghujung tahun dan mengawali tahun baru dengan puasa. Allah jadikan puasanya ini sebagai kaffarah selama lima tahun. (Hadis dusta, karena di sanadnya da dua pendusta, sebagaimana keterangan As Syaukani dalam Al Fawaid Al Majmu’ah, hal. 45)
  2. Hadis: Ada seorang pemuda yang suka berpuasa di bulan Dzulhijjah. Kemudian Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: “Untuk setiap hari puasamu, seperti membebaskan seratus budak.” (Hadis Dhaif sekali. Karena dalam sanadnya ada seorang perawi bernama: Muhammad bin Al Muharram. Kata Ibn Jauzi (Al Maudlu’at, 2/198): Dia adalah manusia paling pendusta, demikian pula keterangan dalam Al Lali Al Masnu’ah, 1/228)
  3. Hadis: Jangan mengqadla bulan Ramadhan pada sepuluh pertama Dzulhijjah. (Jumlah min Al Ahadits Ad Dhaifah, no. 232)
  4. Hadis: Tidak ada satu hari yang lebih dicintai Allah untuk dijadikan sebagai waktu beribadah melebihi sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Puasa sehari pada hari tersebut senilai dengan puasa setahun, sedangkan beribadah di malam hari pada 10 hari pertama Dzulhijjah senilai beribadah pada saat Lailatul Qadar. (Hadis dhaif, sebagaimana keteranga Al Albani dalam Dhaif At Targhib wa At Tarhib, no. 734)
  5. Hadis: Orang yang berpuasa pada hari tarwiyah maka baginya pahala puasa satu tahun. (Hadits palsu sebagaimana ditegaskan oleh Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu’at,2/198, As Suyuthi dalam Al Lali’ Al Masnu’ah 2/107)
  6. Hadis: Siapa yang shalat pada hari arafah (9 Dzulhijjah) empat rakaat pada waktu antara dluhur dan asar, setiap rakaat dia membaca Al Fatihah sekali dan surat Al Ikhlas 50 kali, maka Allah akan mencatat untuknya sejuta kebaikan. (Hadis palsu, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnul Jauzi dalam Al Maudlu’at, 2/132 dan As Syaukani dalam Al Fawaid Al Majmu’ah, hal. 53)
  7. Hadis: Barangsiapa yang shalat dua rakaat pada hari arafah, di setiap rakaat dia membaca Al Fatihah tiga kali …. maka Allah akan berfirman: Saya bersaksi di hadapan kalian, bahwa saya telah mengampuni orang ini. (Hadis palsu, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnul Jauzi dalam Al Maudlu’at, 2/133 dan As Syaukani dalam Al Fawaid Al Majmu’ah, hal. 53)
  8. Hadis: Siapa yang shalat pada malam idul adha dua rakaat. Setiap rakaat dia membaca Al Fatihah 15 kali dan surat Al Ikhlas 15 kali maka Allah akan jadikan namanya termasuk penghuni surga. (Hadis palsu, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnul Jauzi dalam Al Maudlu’at, 2/133 – 134, dan As Syaukani dalam Al Fawaid Al Majmu’ah, hal. 53)
  9. Hadis: Apabila datang hari arafah maka Allah mengampuni orang yang melaksanakan haji. Dan apabila datang malam Muzdalifah, Allah mengampuni para pedagang. (Hadis palsu, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnul Jauzi dalam Al Maudlu’at, 2/215 dan As Suyuthi dalam Al Lali’ Al Mashnu’ah, 2/124)
Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Allah berfirman:
وَ الْفَجْرِ * وَلَيَالٍ عَشْرٍ
“Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.” (QS. Al Fajr: 1 – 2)
Ibn Rajab mengatakan: Malam yang sepuluh adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Inilah tafsir yang benar dan tafsir yang dipilih mayoritas ahli tafsir dari kalangan sahabat dan ulama setelahnya. Dan tafsir inilah yang sesuai dengan riwayat dari Ibn Abbasradhiallahu ‘anhu….” (Lathaiful Ma’arif, hal. 469)
Allah bersumpah dengan menggunakan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Ini menunjukkan keutamaan sepuluh hari tersebut. Disamping ayat ini, terdapat hadis shahih yang menunjukkan keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah, dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ.
قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ
وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ ».
“Tidak ada hari dimana suatu amal shaleh lebih dicintai Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan di sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah, pen.).” Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad), dan tidak ada satupun yang kembali (mati dan hartanya diambil musuh, pen).” (HR. Al Bukhari, Ahmad, dan At Turmudzi)
Al Hafidz Ibn Rajab mengatakan: Hadis ini menunjukkan bahwa beramal pada sepuluh hari bulan Dzulhijjah lebih dicintai di sisi Allah dari pada beramal pada hari-hari yang lain, tanpa pengecualian. Sementara jika suatu amal itu lebih dicintai Allah, artinya amal itu lebih utama di sisiNya. (Lathaiful Ma’arif, hal. 456)
Diceritakan oleh Al Mundziri dalam At Targhib wa At Tarhib (2/150) bahwa Sa’id bin Jubair (Murid terbaik Ibn Abbas) ketika memasuki tanggal satu Dzulhijjah, beliau sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah, sampai hampir tidak mampu melakukannya.
Mana yang lebih utama, sepuluh hari pertama Dzulhijjah ataukah sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan?
Setelah menyebutkan berbagai perselisihan ulama dalam masalah ini, Al Hafidz Ibn Rajab mengatakan: Total sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah lebih utama dibandingkan total sepuluh hari terakhir. Meskipun pada sepuluh hari terakhir Ramadhan terdapat satu malam yang lebih utama dibandingkan malam selainnya.
Amal Sunnah di Bulan Dzulhijjah
Pertama, Memperbanyak puasa di sembilan hari pertama
Dianjurkan memperbanyak puasa di sembilan hari bulan Dzulhijjah. Terutama puasa hari arafah, tanggal 9 Dzulhijjah. Dari Abu Qatadah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفّر السنة التي قبله ، والسنة التي بعده
“…puasa hari ‘arafah, saya berharap kepada Allah agar menjadikan puasa ini sebagai kaffarah satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya..” (HR. Ahmad & Muslim).
Demikian juga keumuman hadis yang menunjukkan keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Disamping itu, terdapat keterangan khusus dari Ummul Mukminin, Hafshahradhiallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa Asyura, sembilan hari pertama Dzulhijjah, dan tiga hari tiap bulan. (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Ahmad, dan dinilai shahih oleh Al Albani)
Kedua, Takbiran
Takbiran di bulan Dzulhijjah ada dua:
  1. Takbiran hari raya yang tidak terikat waktu adalah takbiran yang dilakukan kapan saja, dimana saja, selama masih dalam rentang waktu yang dibolehkan.
  2. Takbir mutlak menjelang idul Adha dimulai sejak tanggal 1 Dzulhijjah sampai waktu asar pada tanggal 13 Dzulhijjah. Selama tanggal 1 – 13 Dzulhijjah, kaum muslimin disyariatkan memperbanyak ucapan takbir di mana saja, kapan saja dan dalam kondisi apa saja. Boleh sambil berjalan, di kendaraan, bekerja, berdiri, duduk, ataupun berbaring. demikian pula, takbiran ini bisa dilakukan di rumah, jalan, kantor, sawah, pasar, lapangan, masjid, dst. Dalilnya adalah:
    Pertama, Allah berfirman:
    وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
    “…supaya mereka berdzikir (menyebut) nama Allah pada hari yang telah ditentukan…”(QS. Al Hajj: 28)
    Kedua, Allah juga berfirman, yang artinya:
    وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ
    “….Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang…”(QS. Al Baqarah: 203)
    Keterangan:
    Ibn Abbas mengatakan:
    وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ
    “Yang dimaksud “hari yang telah ditentukan” adalah tanggal 1 – 10 Dzulhijjah, sedangkan maksud ”beberapa hari yang berbilang” adalah hari tasyriq, tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. (Al Bukhari secara Mua’alaq, bab: Keutamaan beramal di hari tasyriq)
    Ketiga, hadis dari Abdullah bin Umar , bahwa Nabi bersabda:
    ما من أيام أعظم عند الله ولا أحب إليه من العمل فيهن من هذه الأيام العشر فاكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد
    “Tidak ada amal yang dilakukan di hari yang lebih agung dan lebih dicintai Allah melebihi amal yang dilakukan di tanggal 1 – 10 Dzulhijjah. Oleh karena itu, perbanyaklah membaca tahlil, takbir, dan tahmid pada hari itu.” (HR. Ahmad & Sanadnya dinilai shahih oleh Syaikh Ahmad Syakir)
    Keempat, Imam Al Bukhari mengatakan:
    وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا .
    “Dulu Ibn Umar dan Abu Hurairah pergi ke pasar pada tanggal 1 – 10 Dzulhijjah. Mereka berdua mengucapkan takbiran kemudian masyarakat bertakbir disebabkan mendengar takbir mereka berdua.” (HR. Al Bukhari, bab: Keutamaan beramal di hari tasyriq)
  3. Takbiran yang terikat waktu (Takbir Muqayyad)
  4. Takbiran yang terikat waktu adalah takbiran yang dilaksanakan setiap selesai melaksanakan shalat wajib. Takbiran ini dimulai sejak setelah shalat subuh tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah shalat Asar tanggal 13 Dzulhijjah. Berikut dalil-dalilnya:
    Pertama, dari Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu,
    أنه كان يكبر من صلاة الغداة يوم عرفة إلى صلاة الظهر من آخر أيام التشريق
    Bahwa beliau dulu bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah dluhur pada tanggal 13 Dzulhijjah. (Ibn Abi Syaibah & Al Baihaqi dan sanadnya dinilai shahih oleh Al Albani)
    Kedua, dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu,
    أنه كان يكبر من صلاة الفجر يوم عرفة إلى صلاة العصر من آخر أيام التشريق، ويكبر بعد العصر
    Bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau juga bertakbir setelah ashar. (HR Ibn Abi Syaibah & Al Baihaqi. Al Albani mengatakan: “Shahih dari Ali ”)
    Ketiga, dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu,
    أنه كان يكبر من صلاة الفجر يوم عرفة إلى آخر أيام التشريق، لا يكبر في المغرب
    bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau tidak bertakbir setelah maghrib (malam tanggal 14 Dzluhijjah). (HR Ibn Abi Syaibah & Al Baihaqi. Al Albani mengatakan: Sanadnya shahih)
    Keempat, Dari Ibn Mas’ud radhiallahu ‘anhu,
    يكبر من صلاة الصبح يوم عرفة إلى صلاة العصر من آخر أيام التشريق
    Bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah. (HR. Al Hakim dan dinilai shahih oleh An Nawawi dalam Al Majmu’).
Ketiga, Memperbanyak amal shaleh
Dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ
“Tidak ada hari dimana suatu amal shaleh lebih dicintai Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan di sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah, pen.).” Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad), dan tidak ada satupun yang kembali (mati dan hartanya diambil musuh, pen).” (HR. Al Bukhari, Ahmad, dan At Turmudzi)
Keempat, Idul Adha
Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan:
قدم رسول الله -صلى الله عليه وسلم- المدينة ولهم يومان يلعبون فيهما فقال « ما هذان اليومان ». قالوا كنا نلعب فيهما فى الجاهلية. فقال رسول الله -صلى الله عليه وسلم- « إن الله قد أبدلكم بهما خيرا منهما يوم الأضحى ويوم الفطر ».
Bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di madinah, masyarakat madinah memiliki dua hari yang mereka rayakan dengan bermain. Kemudian nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Dua hari apakah ini?” mereka menjawab: kami merayakannya dengan bermain di dua hari ini ketika zaman jahiliyah. Kemudian nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah memberikan ganti kepada kalian dengan dua hari yang lebih baik: idul fitri dan idul adha.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Ahmad dan dinilai shahih oleh Al albani)
Kelima, Berqurban
Allah berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Laksanakanlah shalat untuk Rabmu dan sembelih-lah qurban.” (QS. Al Kautsar: 2)
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من كان له سعة ولم يضح فلا يقربن مصلانا
“Siapa yang memililki kelapangan namun dia tidak berqurban maka jangan mendekat ke masjid kami.” (HR. Ahmad & Ibn Majah dan dihasankan Al Albani)
Catatan: Bagi orang yang hendak berqurban, dilarang memotong kuku atau rambut dirinya (bukan hewannya) ketika sudah masuk tanggal 1 Dzulhijjah sampai dia memotong hewan qurbannya.
Dari Umu salamah radhiallahu ‘anha, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda:
مَن كانَ لَهُ ذِبحٌ يَذبَـحُه فَإِذَا أَهَلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ
“Barangsiapa yang memiliki hewan yang hendak dia sembelih (di hari raya), jika sudah masuk tanggal 1 Dzulhijjah maka janganlah dia memotong rambutnya dan kukunya sedikitpun, sampai dia menyembelih qurbannya.” (HR. Muslim)
Keenam, Haji
Allah berfirman:
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
“Kewajiban bagi manusia kepada Allah, berhaji ke baitullah, bagi siapa saja yang memiliki
kemampuan untuk melakukan perjalanan” (QS. Ali Imran: 97)
Bid’ah di Bulan Dzulhijjah
Pertama, Mengkhususkan puasa di hari tarwiyah (tanggal 8 Dzulhijjah)
Mengkhususkan puasa pada hari tarwiyah, karena keyakinan memiliki keutamaan tertentu, termasuk perbuatan bid’ah. Karena tidak ditemukan dalil yang menganjurkan puasa secara khusus pada tanggal 8 Dzulhijjah, selain hadis palsu yang menyatakan:
وله بصوم يوم التروية سنة
“Orang yang berpuasa pada hari tarwiyah maka baginya pahala puasa satu tahun.” Imam Ibnul Jauzi menegaskan bahwa hadis ini hadis palsu (Al Maudhu’at 2/198). Demikian pula As Suyuthi dalam Al Lali’ Al Masnu’ah, 2/107.
Oleh karena itu, tidak disyariatkan berniat khusus untuk berpuasa pada tanggal 8 Dzulhijjah. Namun jika seseorang berpuasa pada tanggal 8 Dzulhijjah karena hadis shahih yang menyebutkan keuatamaan 10 hari pertama Dzulhijjah maka diperbolehkan.
Kedua, Ta’rif di hari arafah
Ta’rif adalah kegiatan dimana orang-orang yang tidak sedang melaksanakan haji berkumpul bersama di masjid-masjid pada siang hari, untuk berdzikir dan berdo’a sebagaimana yang dilakukan orang yang sedang wukuf di arafah.
Sebagian ulama menegaskan bahwa kegiatan ini termasuk perbuatan bid’ah. Berikut beberapa nukilan riwayat para ulama yang melarang ta’rif:
  1. Dari Abu hafs Al Madini, beliau menceritakan, bahwa masyarakat madinah berkumpul setelah asar di masjid Nabawi pada hari arafah. Mereka memperbanyak berdo’a. Kemudian datanglah Nafi, bekas budak dan murid Ibnu Umar, sambil mengatakan:
  2. أيها الناس ، إن الذي أنتم عليه بدعة وليست بسنة ، إنا أدركنا الناس ولا يصنعون مثل هذا ، ثم رجع فلم يجلس ، ثم خرج الثانية ففعل مثلها ، ثم رجع
    “Wahai manusia, sesungguhnya perbuatan yang sedang kalian lakukan adalah bid’ah, dan bukan sunnah (tidak ada ajarannya). Sesungguhnya kami pernah menjumpai para sahabat, tidak pernah melakukan hal ini..” (Al Bida’ Ibn Wad-dhah, no. 108)
  3. Dari Ibn Aun, bahwa beliau melihat Ibrahin An Nakh’i ditanya tentang praktek beberapa orang yang berkumpul di masjid pada hari arafah. Beliau membencinya dan mengatakan: Itu bid’ah. (Al Bida’ Ibn Wad-dhah, no. 109)
  4. Diriwayatkan dari Sufyan, bahwa beliau mengatakan:
  5. ليست عرفة إلا بمكة ، ليس في هذه الأمصار عرفة
    Arafah hanya ada di mekah, sementara di daerah lain tidak ada arafah. (Al Bida’ Ibn Wad-dhah, no. 111)
  6. Imam Malik menanggapi kegiatan ta’rif ini dengan mengatakan:
  7. ليس هذا من أمر الناس ، وإنَّما مفاتيح هذه الأشياء من البدع
    Ini bukan termasuk kebiasaan para sahabat. Kunci pintu perbuatan semacam ini bersumber dari bid’ah. (Al Hawadits wa Al Bida’ karya At Turthusyi, hal. 115)

ibtisam92
^^